Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Pemuda Ansor Menolak Anarkisme, Mengawal Aspirasi

Pemuda Ansor Menolak Anarkisme, Mengawal Aspirasi

  • account_circle Laler Ijo
  • calendar_month Selasa, 2 Sep 2025
  • visibility 422
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Delapan puluh tahun merdeka adalah capaian sejarah besar bangsa Indonesia. Namun, usia yang matang ini tidak serta-merta menghadirkan keadaan bangsa yang sepenuhnya stabil. Justru setelah gegap gempita perayaan HUT ke-80, kita dihadapkan pada kenyataan bahwa ketidakpuasan rakyat terhadap jalannya pemerintahan masih kerap mengemuka. Gelombang demonstrasi yang mengusung “17+8 Tuntutan Rakyat” menjadi bukti bahwa masih ada jarak yang cukup lebar antara aspirasi rakyat dengan kebijakan negara. Di sinilah Pemuda Ansor ditantang untuk hadir, bukan hanya sebagai saksi, melainkan juga sebagai penggerak solusi.

Tuntutan rakyat tersebut mencerminkan suara hati masyarakat yang sudah lama merasa tidak didengar. Harga kebutuhan pokok yang semakin mahal, ketidakadilan hukum, perilaku elitis pejabat yang sering menampilkan gaya hidup mewah, hingga kepercayaan yang kian menipis terhadap DPR dan lembaga negara lainnya. Ini semua bukan isu sederhana. Ia adalah cermin dari keresahan sosial yang nyata. Ansor sebagai organisasi kepemudaan yang lahir dari rahim NU, tidak bisa berpaling dari kenyataan itu. Sebaliknya, Ansor dituntut untuk memberikan pandangan yang jernih dan konstruktif.

Ketua Umum PP GP Ansor dalam berbagai kesempatan selalu mengingatkan bahwa hak menyampaikan pendapat di muka umum adalah bagian dari demokrasi yang sah. Namun, kebebasan itu tidak boleh ditunggangi kepentingan sempit atau berujung pada tindakan anarkis. Ansor berdiri di posisi yang jelas: menghargai aspirasi rakyat, sekaligus menolak keras segala bentuk kekerasan dan perusakan yang merugikan masyarakat luas. Di titik inilah Ansor perlu menegaskan jati dirinya sebagai pengawal demokrasi yang berkeadaban, bukan demokrasi jalanan yang kehilangan arah.

Jika dicermati, fenomena demo dengan 17+8 tuntutan ini juga menyingkap persoalan mendasar komunikasi politik. Pemerintah sering terlalu sibuk dengan pencitraan dan narasi, sementara rakyat membutuhkan aksi nyata. Hal-hal inilah yang kemudian melahirkan frustrasi publik hingga memaksa mereka turun ke jalan. Pemuda Ansor memandang bahwa negara perlu segera membangun kembali ruang dialog yang sehat. Bukan dengan menutup telinga, melainkan dengan membuka forum-forum yang menghadirkan rakyat secara nyata, bukan sekadar perwakilan simbolis.

Dalam sejarahnya, GP Ansor selalu tampil sebagai garda terdepan penjaga keutuhan bangsa. Dari melawan radikalisme, menjaga NKRI, hingga kini menghadapi tantangan sosial-ekonomi yang semakin kompleks. Menyikapi tuntutan rakyat, Ansor dapat mengambil peran sebagai mediator yang menyalurkan aspirasi rakyat ke ruang kebijakan tanpa harus menimbulkan konflik horizontal. Dengan jaringan kader yang kuat di tingkat desa, kecamatan, hingga pusat, Ansor bisa menggalang suara rakyat dengan cara yang damai, terstruktur, dan efektif.

Momentum HUT ke-80 juga semestinya menjadi pengingat bahwa kemerdekaan adalah janji, bukan hadiah. Janji untuk menghadirkan keadilan sosial, kesejahteraan, dan keamanan bagi seluruh rakyat Indonesia. Ketika rakyat turun ke jalan, itu berarti ada janji yang belum ditepati. Pemuda Ansor menyikapi ini dengan penuh kesadaran historis: bahwa perjuangan hari ini bukan lagi mengangkat senjata melawan penjajah, melainkan memastikan bahwa janji kemerdekaan benar-benar dirasakan rakyat dari Sabang sampai Merauke.

Salah satu sikap yang bisa ditunjukkan Ansor adalah memperkuat literasi politik masyarakat. Kita sering melihat demo yang berubah anarkis karena massa mudah terprovokasi isu yang simpang siur. Ansor harus hadir dengan pendekatan edukasi, menegaskan bahwa perjuangan rakyat harus berlandaskan pada data, fakta, dan argumentasi yang kuat. Dengan begitu, aspirasi tidak hanya terdengar lantang di jalanan, tetapi juga mendapat tempat di meja pengambil keputusan.

Di sisi lain, Pemuda Ansor juga berkewajiban mengingatkan pemerintah agar tidak terjebak pada sikap defensif. Tuntutan rakyat bukanlah ancaman, melainkan alarm untuk berbenah. Pemerintah yang menutup diri dari kritik justru akan menciptakan jurang yang semakin lebar dengan rakyatnya. Di sini, Ansor bisa memainkan peran penengah: menenangkan rakyat, sekaligus mendorong pemerintah agar lebih responsif dan bijaksana. Sikap inilah yang membedakan Ansor dengan kelompok lain; bukan sekadar reaktif, tetapi juga solutif.

Ketika bicara tentang anarkisme, Pemuda Ansor menolak dengan tegas segala bentuk tindakan yang merusak. Kekerasan tidak hanya mencederai demokrasi, tetapi juga melukai nilai-nilai kemanusiaan dan keislaman yang menjadi fondasi Ansor. Namun, penolakan terhadap anarkisme tidak berarti menolak aspirasi. Justru, aspirasi rakyat harus dikawal agar sampai dengan baik kepada pemerintah, tanpa distorsi dan tanpa kekerasan. Inilah cara elegan yang sesuai dengan nilai-nilai Aswaja yang menjadi napas Gerakan Pemuda Ansor.

Dalam usia ke-80 tahun kemerdekaan, Pemuda Ansor ingin menegaskan harapan besar: bahwa bangsa ini bisa lebih dewasa dalam mengelola perbedaan. Demo dengan segala tuntutannya tidak boleh dilihat sebagai musuh, melainkan peluang untuk memperbaiki diri. Jika rakyat kritis, itu artinya rakyat peduli. Dan jika pemerintah berani mendengar, itu artinya pemerintah dewasa. Ansor ingin menjadi jembatan di antara keduanya, agar suara rakyat tidak hilang, dan agar negara tetap kokoh berdiri.

Akhirnya, di tengah gelombang demonstrasi dan keresahan rakyat, Pemuda Ansor hadir dengan sikap tegas: mengawal demokrasi yang damai, menolak anarkisme, dan memperjuangkan agar tuntutan rakyat dijawab dengan solusi nyata. Bagi Ansor, perjuangan hari ini adalah menjaga persatuan bangsa, meneguhkan Pancasila, dan memastikan bahwa cita-cita kemerdekaan tidak berhenti sebagai slogan, melainkan menjadi kenyataan yang dirasakan seluruh rakyat Indonesia.

  • Penulis: Laler Ijo

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menjawab Panggilan Zaman: Refleksi Pemuda Ansor di HUT RI ke-80

    Menjawab Panggilan Zaman: Refleksi Pemuda Ansor di HUT RI ke-80

    • calendar_month Sabtu, 16 Agt 2025
    • account_circle Z. A. Fikri
    • visibility 473
    • 0Komentar

    Peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia bukan sekadar selebrasi usia. Ia adalah momen refleksi, peneguhan kembali arah perjuangan bangsa, serta evaluasi kritis terhadap janji-janji kemerdekaan. Di tengah kompleksitas zaman, pemuda Indonesia dihadapkan pada tantangan yang tak lagi konvensional: krisis identitas, keterbelahan sosial, kemiskinan digital, degradasi lingkungan, hingga stagnasi kepemimpinan moral. Dalam konteks ini, Gerakan […]

  • PAC GP Ansor Balapulang Resmi Luncurkan Badan Usaha Milik Ansor Play Button photo_camera 3

    PAC GP Ansor Balapulang Resmi Luncurkan Badan Usaha Milik Ansor

    • calendar_month Kamis, 4 Des 2025
    • account_circle Ansor Balapulang
    • visibility 281
    • 0Komentar

    Balapulang, Tegal — Dalam upaya memperkuat organisasi, Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Balapulang resmi meluncurkan Badan Usaha Milik Ansor (BUMA) dengan unit usaha berupa Patriot Ketahanan Pangan dan juga Ansor Store dalam acara Inaugurasi dan Launching BUMA PAC GP Ansor Balapulang (30/11/2025). Program “Patriot Ketahanan Pangan” dengan aksi nyata berupa penanaman 10.000 bibit singkong […]

  • Pelantikan PAC GP ANSOR Kecamatan Balapulang

    Pelantikan PAC GP ANSOR Kecamatan Balapulang

    • calendar_month Minggu, 26 Feb 2023
    • account_circle admin
    • visibility 160
    • 5Komentar

    BALAPULANG – Ahad, 26 Februari 2023 bertempat di gedung MWC NU Kecamatan Balapulang telah dilaksanakan Pelantikan Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda ANSOR Kecamatan Balapulang Kabupaten Tegal Masa Khidmat 2023-2025. Pada pelantikan tersebut, Gus Umam selaku ketua PAC terpilih  mengusung tema “Ansor Maju, Implementasi Kemandirian Ekonomi”. Tema tersebut sekaligus dilanjutkan sebagai Visi dan Misi yang akan dikerjakan […]

  • PAC GP Ansor Balapulang Hadiri Apel Kebangsaan 10.000 Banser di Cirebon

    PAC GP Ansor Balapulang Hadiri Apel Kebangsaan 10.000 Banser di Cirebon

    • calendar_month Rabu, 24 Des 2025
    • account_circle Ansor Balapulang
    • visibility 269
    • 0Komentar

    Cirebon, 23 Desember 2025 – Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Balapulang turut hadir bersama Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor Kabupaten Tegal dalam Apel Kebangsaan 10.000 Banser yang digelar di Pelataran Kompleks Makam Sunan Gunung Jati, Cirebon, Jawa Barat. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk meneguhkan komitmen Ansor dan Banser dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan […]

  • Usai Dilantik, PAC GP ANSOR Kecamatan Balapulang langsung Gelar Rapat Kerja

    Usai Dilantik, PAC GP ANSOR Kecamatan Balapulang langsung Gelar Rapat Kerja

    • calendar_month Senin, 27 Feb 2023
    • account_circle Ansor Balapulang
    • visibility 157
    • 1Komentar

    BALAPULANG – Ahad, 26 Februari 2023 bertempat di gedung MWC NU Kecamatan Balapulang, usai pelantikan Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda ANSOR Kecamatan Balapulang, Pengurus harian langsung melaksanakan Rapat Kerja (Raker I) dengan seluruh Pengurus Lembaga. Dalam penyusunan program kerja, Pengurus Harian mengusung tema “Ansor Maju, Implementasi Kemandirian Ekonomi”. Tema tersebut kemudian dituangkan dalam Visi dan Misi […]

  • NU Bukan Alat Politik, Melainkan Rumah Khidmat Umat

    NU Bukan Alat Politik, Melainkan Rumah Khidmat Umat

    • calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
    • account_circle Mustofa Mi'roj
    • visibility 192
    • 0Komentar

    Danawarih, Ansor Balapulang Di tengah semakin kaburnya batas antara pengabdian dan kepentingan, Nahdlatul Ulama kembali diuji untuk setia pada jati dirinya. NU lahir bukan untuk menjadi kendaraan politik praktis, apalagi alat legitimasi kekuasaan. NU didirikan sebagai jam’iyah diniyah ijtima’iyah yang tugas utamanya adalah melayani umat. Ruh inilah yang harus ditegaskan kembali dalam Konferensi MWCNU Balapulang […]

expand_less