Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Berkibarnya Jolly Roger, Metafora Ketidakpuasan Publik

Berkibarnya Jolly Roger, Metafora Ketidakpuasan Publik

  • account_circle Evant Andi
  • calendar_month Minggu, 3 Agt 2025
  • visibility 1.161
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Terdapat sebuah pemandangan yang kontras muncul di permulaan bulan kemerdekaan Republik ini. Para supir truk yang biasanya mengibarkan bendera merah putih di tiang atau besi penyangga spion truknya setiap menyambut bulan Agustus, tahun ini memutuskan untuk tidak mengibarkannya.

Mereka memprotes kebijakan penegakan aturan ODOL (Over Dimension Over Load) yang terasa timpang. Supir yang hanya menjalankan perintah, justru menjadi sasaran utama hukuman. Sementara perusahaan ekspedisi yang memaksa mereka membawa muatan berlebih, tetap melenggang tanpa konsekuensi. Mereka kemudian memilih mengibarkan bendera pengganti, dan entah bagaimana kisahnya, bendera jolly roger bajak laut topi jerami di serial One Piece-lah yang dipilih.

Tak ada yang menyangka, bendera itu akan menjadi simbol yang jauh lebih besar. Dalam hitungan hari, aksi tersebut menyebar. Dari truk ke warung, dari bengkel ke kampus, dari jalanan ke media sosial. Bendera bajak laut berkibar di mana-mana. Ia bukan sekadar kain bergambar tengkorak. Ia adalah jeritan kolektif. Ia adalah simbol bahwa rakyat merasa muak terhadap kebijakan pemerintah yang dinilai merugikan masyarakat sipil.

Entah kebetulan belaka atau bagaimana, kisah One Piece terasa begitu relevan dengan apa yang terjadi pada kehidupan masyarakat Indonesia. Pemerintah Dunia yang dalam serialnya melindungi Tenryuubito yang kejam dan sewenang-wenang, tak ubahnya elit politik kita yang tunduk pada segelintir oligark. Marinir yang menegakkan hukum dengan kekerasan demi stabilitas laut, mengingatkan kita pada aparat yang menegakkan hukum dengan cara yang tak beradab. Upeti surgawi yang harus dibayar rakyat kepada naga langit, seperti pajak yang kita bayar tanpa tahu ke mana larinya. Sichibukai yang diberi kekebalan hukum asal tunduk pada pemerintah, seperti preman dan ormas yang dipelihara untuk membungkam kritik.

Luffy dan kru Topi Jerami bukan hanya karakter fiksi. Mereka adalah representasi nilai-nilai yang kita rindukan: keberanian, keadilan, kesetaraan. Ketika Luffy meninju Tenryuubito, kita bersorak. Bukan karena kita suka kekerasan, tapi karena kita tahu: kadang, satu pukulan adalah satu-satunya cara untuk membuat yang berkuasa mendengar.

Ketika Bonney menangis karena surat ayahnya disabotase oleh agen pemerintah, kita ikut marah. Karena kita tahu rasanya dikhianati oleh negara yang seharusnya melindungi. Ketika rakyat Wano kelaparan sementara para pejabat berpesta, kita ikut geram. Karena kita tahu, itu bukan hanya cerita. Itu cermin.

Dan kini, ketika pemerintah menyebut pengibaran bendera bajak laut sebagai tindakan subversif, kita hanya bisa tertawa getir. Mereka tak paham. Ini bukan soal mengganti merah putih. Ini soal menyuarakan bahwa merah putih terlalu suci untuk dikibarkan di negara yang pemerintahnya gemar mempersulit rakyatnya sendiri.

Para sopir itu, dan semua yang mengikuti aksi ini, justru lebih nasionalis daripada para pejabat yang menghukum mereka. Mereka lebih pancasilais, meski sering tak diperlakukan secara adil dan beradab. Mereka tetap membayar pajak, tetap mengurus administrasi yang rumit, tetap hidup dalam sistem yang tak berpihak. Tapi mereka juga tetap bermimpi. Tetap berani. Tetap melawan.

Jika gerakan ini tumbuh menjadi sesuatu yang lebih besar, menjadi benih revolusi, itu bukan karena mereka membenci negara. Tapi karena mereka ingin menyelamatkannya.

Dan mungkin, seperti kata Thomas Shelby di Peaky Blinders, “Kami bukannya tak setia. Justru karena kami setia, kami tak ingin simbol kesetiaan kami tercemar oleh ketidakadilan.”

  • Penulis: Evant Andi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pekan Olahraga Desa se Kecamatan Balapulang Digelar, PAC GP Ansor Balapulang Serukan Sportivitas!

    Pekan Olahraga Desa se Kecamatan Balapulang Digelar, PAC GP Ansor Balapulang Serukan Sportivitas!

    • calendar_month Minggu, 29 Jun 2025
    • account_circle Ansor Balapulang
    • visibility 1.908
    • 0Komentar

    Balapulang, 29 Juni 2025 – Semangat kebersamaan dan sportivitas akan segera menyelimuti Kecamatan Balapulang! Persatuan Sepak Bola Balapulang siap menyelenggarakan Pekan Olahraga Desa (Pordes) yang akan dimulai pada 5 Juli 2025 mendatang. Sebanyak 18 desa telah mengikuti technical meeting pada Sabtu, 28 Juni 2025 di Pendopo Kecamatan Balapulang. Acara ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi antarwarga […]

  • Terpilih Secara Aklamasi, Evant Andi Aenurohman Nahkoda Baru GP Ansor Balapulang 2025 – 2028

    Terpilih Secara Aklamasi, Evant Andi Aenurohman Nahkoda Baru GP Ansor Balapulang 2025 – 2028

    • calendar_month Selasa, 27 Mei 2025
    • account_circle Ansor Balapulang
    • visibility 1.024
    • 1Komentar

    Perhelatan Konferensi Anak Cabang (Konferancab) VIII Gerakan Pemuda Ansor Balapulang, Ahad (18/05/2025) berlangsung lancar. Forum permusyawaratan tertinggi GP Ansor tingkat Anak Cabang yang digelar di Gedung MWC NU Balapulang tersebut secara mufakat menetapkan Evant Andi Aenurohman sebagai Ketua Terpilih Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Balapulang Masa Khidmat 2025-2028.

  • Pelantikan PAC GP ANSOR Kecamatan Balapulang

    Pelantikan PAC GP ANSOR Kecamatan Balapulang

    • calendar_month Minggu, 26 Feb 2023
    • account_circle admin
    • visibility 460
    • 5Komentar

    BALAPULANG – Ahad, 26 Februari 2023 bertempat di gedung MWC NU Kecamatan Balapulang telah dilaksanakan Pelantikan Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda ANSOR Kecamatan Balapulang Kabupaten Tegal Masa Khidmat 2023-2025. Pada pelantikan tersebut, Gus Umam selaku ketua PAC terpilih  mengusung tema “Ansor Maju, Implementasi Kemandirian Ekonomi”. Tema tersebut sekaligus dilanjutkan sebagai Visi dan Misi yang akan dikerjakan […]

  • Ansor Ekonomi: Ikhtiar Kemandirian Organisasi Ansor Balapulang Wetan

    Ansor Ekonomi: Ikhtiar Kemandirian Organisasi Ansor Balapulang Wetan

    • calendar_month Rabu, 12 Agt 2026
    • account_circle Ansor Balapulang
    • visibility 336
    • 0Komentar

    BALAPULANG – Guna mewujudkan kemandirian organisasi, Pimpinan Ranting (PR) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Balapulang Wetan (Balwet) membuka kedai usaha dalam gelaran Jambore Ranting 2026 Pramuka Kecamatan Balapulang. Kegiatan pemberdayaan ekonomi bertajuk Ansor Ekonomi (AE) Merdeka ini berlangsung selama tiga hari sebagai langkah nyata dalam menggerakkan potensi finansial dan kewirausahaan kader. Langkah lokal ini sejalan dengan […]

  • Tahlilan dan Akulturasi Budaya Austronesia

    Tahlilan dan Akulturasi Budaya Austronesia

    • calendar_month Minggu, 20 Sep 2026
    • account_circle admin
    • visibility 247
    • 0Komentar

    Masyarakat masa itu mulai mengenal sistem perhitungan waktu yang lebih sistematis untuk mengenang arwah melalui upacara yang dikenal dengan nama Sraddha. Pada masa ini, kebiasaan berkumpul peninggalan era Austronesia mendapatkan struktur waktu pelaksanaannya secara spesifik.

  • Dua Logo, Satu Semangat: Menelisik Makna Filosofis Logo Hari Santri 2026 Versi Kemenag dan PBNU

    Dua Logo, Satu Semangat: Menelisik Makna Filosofis Logo Hari Santri 2026 Versi Kemenag dan PBNU

    • calendar_month Minggu, 4 Okt 2026
    • account_circle Evant Andi
    • visibility 1.345
    • 0Komentar

    Hari Santri Nasional diperingati setiap tahunnya pada tanggal 22 Oktober. Penentuan tersebut berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2015 tentang Hari Santri oleh Presiden Joko Widodo. Dalam perjalanannya, Hari Santri merupakan supremasi dari perjuangan para santri dan ulama pesantren. Peringatan Hari Santri Nasional tak lepas dari akar sejarah panjang kemerdekaan Indonesia. Hari […]

expand_less