Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Berkibarnya Jolly Roger, Metafora Ketidakpuasan Publik

Berkibarnya Jolly Roger, Metafora Ketidakpuasan Publik

  • account_circle Evant Andi
  • calendar_month Minggu, 3 Agt 2025
  • visibility 833
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Terdapat sebuah pemandangan yang kontras muncul di permulaan bulan kemerdekaan Republik ini. Para supir truk yang biasanya mengibarkan bendera merah putih di tiang atau besi penyangga spion truknya setiap menyambut bulan Agustus, tahun ini memutuskan untuk tidak mengibarkannya.

Mereka memprotes kebijakan penegakan aturan ODOL (Over Dimension Over Load) yang terasa timpang. Supir yang hanya menjalankan perintah, justru menjadi sasaran utama hukuman. Sementara perusahaan ekspedisi yang memaksa mereka membawa muatan berlebih, tetap melenggang tanpa konsekuensi. Mereka kemudian memilih mengibarkan bendera pengganti, dan entah bagaimana kisahnya, bendera jolly roger bajak laut topi jerami di serial One Piece-lah yang dipilih.

Tak ada yang menyangka, bendera itu akan menjadi simbol yang jauh lebih besar. Dalam hitungan hari, aksi tersebut menyebar. Dari truk ke warung, dari bengkel ke kampus, dari jalanan ke media sosial. Bendera bajak laut berkibar di mana-mana. Ia bukan sekadar kain bergambar tengkorak. Ia adalah jeritan kolektif. Ia adalah simbol bahwa rakyat merasa muak terhadap kebijakan pemerintah yang dinilai merugikan masyarakat sipil.

Entah kebetulan belaka atau bagaimana, kisah One Piece terasa begitu relevan dengan apa yang terjadi pada kehidupan masyarakat Indonesia. Pemerintah Dunia yang dalam serialnya melindungi Tenryuubito yang kejam dan sewenang-wenang, tak ubahnya elit politik kita yang tunduk pada segelintir oligark. Marinir yang menegakkan hukum dengan kekerasan demi stabilitas laut, mengingatkan kita pada aparat yang menegakkan hukum dengan cara yang tak beradab. Upeti surgawi yang harus dibayar rakyat kepada naga langit, seperti pajak yang kita bayar tanpa tahu ke mana larinya. Sichibukai yang diberi kekebalan hukum asal tunduk pada pemerintah, seperti preman dan ormas yang dipelihara untuk membungkam kritik.

Luffy dan kru Topi Jerami bukan hanya karakter fiksi. Mereka adalah representasi nilai-nilai yang kita rindukan: keberanian, keadilan, kesetaraan. Ketika Luffy meninju Tenryuubito, kita bersorak. Bukan karena kita suka kekerasan, tapi karena kita tahu: kadang, satu pukulan adalah satu-satunya cara untuk membuat yang berkuasa mendengar.

Ketika Bonney menangis karena surat ayahnya disabotase oleh agen pemerintah, kita ikut marah. Karena kita tahu rasanya dikhianati oleh negara yang seharusnya melindungi. Ketika rakyat Wano kelaparan sementara para pejabat berpesta, kita ikut geram. Karena kita tahu, itu bukan hanya cerita. Itu cermin.

Dan kini, ketika pemerintah menyebut pengibaran bendera bajak laut sebagai tindakan subversif, kita hanya bisa tertawa getir. Mereka tak paham. Ini bukan soal mengganti merah putih. Ini soal menyuarakan bahwa merah putih terlalu suci untuk dikibarkan di negara yang pemerintahnya gemar mempersulit rakyatnya sendiri.

Para sopir itu, dan semua yang mengikuti aksi ini, justru lebih nasionalis daripada para pejabat yang menghukum mereka. Mereka lebih pancasilais, meski sering tak diperlakukan secara adil dan beradab. Mereka tetap membayar pajak, tetap mengurus administrasi yang rumit, tetap hidup dalam sistem yang tak berpihak. Tapi mereka juga tetap bermimpi. Tetap berani. Tetap melawan.

Jika gerakan ini tumbuh menjadi sesuatu yang lebih besar, menjadi benih revolusi, itu bukan karena mereka membenci negara. Tapi karena mereka ingin menyelamatkannya.

Dan mungkin, seperti kata Thomas Shelby di Peaky Blinders, “Kami bukannya tak setia. Justru karena kami setia, kami tak ingin simbol kesetiaan kami tercemar oleh ketidakadilan.”

  • Penulis: Evant Andi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Silaturahmi Perdana, PAC GP Ansor Balapulang Samakan Visi Calon Pengurus

    Silaturahmi Perdana, PAC GP Ansor Balapulang Samakan Visi Calon Pengurus

    • calendar_month Selasa, 24 Jun 2025
    • account_circle Ansor Balapulang
    • visibility 641
    • 0Komentar

    Ansor Balapulang – Rapat perdana calon pengurus harian Pimpinan Anak Cabang GP Ansor Balapulang hasil tim formatur Masa Khidmat 2025-2028 dikemas dengan silaturahmi dilaksanakan di rumah Sahabat Evant, selaku ketua mandataris PAC GP Ansor Balapulang pada Senin, 23 Juni 2025. Saat memberikan sambutan, Evant mengatakan kepada calon pengurus harian PAC GP Ansor Balapulang Masa Khidmat […]

  • PCNU Kabupaten Tegal Gelar Muskercab ke-2: Menuju Penguatan Kemandirian Organisasi dan Relevansi Zaman

    PCNU Kabupaten Tegal Gelar Muskercab ke-2: Menuju Penguatan Kemandirian Organisasi dan Relevansi Zaman

    • calendar_month Selasa, 22 Jul 2025
    • account_circle Akhi Subkhi
    • visibility 547
    • 0Komentar

    Slawi, 20 Juli 2025 — Bertempat di Gedung Lantai 3 PCNU Kabupaten Tegal, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Tegal sukses menyelenggarakan Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) ke-2. Muskercab 2 tersebut bertujuan merumuskan arah strategis dan kebijakan organisasi ke depan. Forum ini menjadi wadah evaluasi pelaksanaan program kerja sebelumnya dan perancangan langkah konkret untuk mendukung kemajuan […]

  • Usai Dilantik, PAC GP ANSOR Kecamatan Balapulang langsung Gelar Rapat Kerja

    Usai Dilantik, PAC GP ANSOR Kecamatan Balapulang langsung Gelar Rapat Kerja

    • calendar_month Senin, 27 Feb 2023
    • account_circle Ansor Balapulang
    • visibility 204
    • 1Komentar

    BALAPULANG – Ahad, 26 Februari 2023 bertempat di gedung MWC NU Kecamatan Balapulang, usai pelantikan Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda ANSOR Kecamatan Balapulang, Pengurus harian langsung melaksanakan Rapat Kerja (Raker I) dengan seluruh Pengurus Lembaga. Dalam penyusunan program kerja, Pengurus Harian mengusung tema “Ansor Maju, Implementasi Kemandirian Ekonomi”. Tema tersebut kemudian dituangkan dalam Visi dan Misi […]

  • Review Buku: Ikhtisar Sejarah Nahdlatul Ulama 1344 H/1926 M

    Review Buku: Ikhtisar Sejarah Nahdlatul Ulama 1344 H/1926 M

    • calendar_month Sabtu, 9 Sep 2023
    • account_circle Evant Andi
    • visibility 482
    • 2Komentar

    Buku mungil yang diterbitkan oleh LTN NU ini bercerita secara lugas tentang bagaimana proses lahirnya Nahdlatul Ulama. Mulai sejak pra-kondisi lahirnya NU (1914); tonggak sejarah lahirnya NU (1926); hingga pasca lahirnya NU (1945). Sesuai yang tersemat di awal judul, ‘ikhtisar’ yang dimaksud di sini terinspirasi dari kitab-kitab mainstream yang kita kenal di pesantren, seperti Mukhtashar […]

  • Sejumlah 1.160 Mustahiq di Kecamatan Balapulang Terima Zakat Dari LAZIZNU Kab. Tegal

    Sejumlah 1.160 Mustahiq di Kecamatan Balapulang Terima Zakat Dari LAZIZNU Kab. Tegal

    • calendar_month Kamis, 13 Apr 2023
    • account_circle admin
    • visibility 182
    • 0Komentar

    BALAPULANG, Ansor Balapulang – Kamis 13 April 2023 bertempat di halaman gedung MWCNU Kecamatan Balapulang, sebanyak 1.160 warga fakir miskin dan yatim piatu menerima zakat dari PCNU Kabupaten Tegal melalui LAZIZNU. Penyaluran zakat tersebut merupakan salah satu program PCNU yang dilaksanakan setiap tahunnya kepada sejumlah warga yang termasuk kategori fakir miskin dan yatim piatu. Penerima […]

  • Ansor Banser Kecamatan Balapulang Gelar Penggalangan Dana untuk Sumatera dan Aceh Play Button photo_camera 2

    Ansor Banser Kecamatan Balapulang Gelar Penggalangan Dana untuk Sumatera dan Aceh

    • calendar_month Minggu, 28 Des 2025
    • account_circle Ansor Balapulang
    • visibility 175
    • 0Komentar

    Balapulang – Satuan Kordinasi Rayon (Satkoryon) Banser Balapulang kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap sesama dengan menggelar aksi penggalangan dana untuk masyarakat Sumatera dan Aceh yang membutuhkan. Kegiatan ini dilaksanakan pada Ahad, 21 Desember 2025 bertempat di Pasar Balapulang dan berhasil menarik perhatian serta partisipasi masyarakat sekitar. Sebelum aksi di tingkat PAC ini, penggalangan dana juga telah dilakukan […]

expand_less