Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Berkibarnya Jolly Roger, Metafora Ketidakpuasan Publik

Berkibarnya Jolly Roger, Metafora Ketidakpuasan Publik

  • account_circle Evant Andi
  • calendar_month Minggu, 3 Agt 2025
  • visibility 1.007
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Terdapat sebuah pemandangan yang kontras muncul di permulaan bulan kemerdekaan Republik ini. Para supir truk yang biasanya mengibarkan bendera merah putih di tiang atau besi penyangga spion truknya setiap menyambut bulan Agustus, tahun ini memutuskan untuk tidak mengibarkannya.

Mereka memprotes kebijakan penegakan aturan ODOL (Over Dimension Over Load) yang terasa timpang. Supir yang hanya menjalankan perintah, justru menjadi sasaran utama hukuman. Sementara perusahaan ekspedisi yang memaksa mereka membawa muatan berlebih, tetap melenggang tanpa konsekuensi. Mereka kemudian memilih mengibarkan bendera pengganti, dan entah bagaimana kisahnya, bendera jolly roger bajak laut topi jerami di serial One Piece-lah yang dipilih.

Tak ada yang menyangka, bendera itu akan menjadi simbol yang jauh lebih besar. Dalam hitungan hari, aksi tersebut menyebar. Dari truk ke warung, dari bengkel ke kampus, dari jalanan ke media sosial. Bendera bajak laut berkibar di mana-mana. Ia bukan sekadar kain bergambar tengkorak. Ia adalah jeritan kolektif. Ia adalah simbol bahwa rakyat merasa muak terhadap kebijakan pemerintah yang dinilai merugikan masyarakat sipil.

Entah kebetulan belaka atau bagaimana, kisah One Piece terasa begitu relevan dengan apa yang terjadi pada kehidupan masyarakat Indonesia. Pemerintah Dunia yang dalam serialnya melindungi Tenryuubito yang kejam dan sewenang-wenang, tak ubahnya elit politik kita yang tunduk pada segelintir oligark. Marinir yang menegakkan hukum dengan kekerasan demi stabilitas laut, mengingatkan kita pada aparat yang menegakkan hukum dengan cara yang tak beradab. Upeti surgawi yang harus dibayar rakyat kepada naga langit, seperti pajak yang kita bayar tanpa tahu ke mana larinya. Sichibukai yang diberi kekebalan hukum asal tunduk pada pemerintah, seperti preman dan ormas yang dipelihara untuk membungkam kritik.

Luffy dan kru Topi Jerami bukan hanya karakter fiksi. Mereka adalah representasi nilai-nilai yang kita rindukan: keberanian, keadilan, kesetaraan. Ketika Luffy meninju Tenryuubito, kita bersorak. Bukan karena kita suka kekerasan, tapi karena kita tahu: kadang, satu pukulan adalah satu-satunya cara untuk membuat yang berkuasa mendengar.

Ketika Bonney menangis karena surat ayahnya disabotase oleh agen pemerintah, kita ikut marah. Karena kita tahu rasanya dikhianati oleh negara yang seharusnya melindungi. Ketika rakyat Wano kelaparan sementara para pejabat berpesta, kita ikut geram. Karena kita tahu, itu bukan hanya cerita. Itu cermin.

Dan kini, ketika pemerintah menyebut pengibaran bendera bajak laut sebagai tindakan subversif, kita hanya bisa tertawa getir. Mereka tak paham. Ini bukan soal mengganti merah putih. Ini soal menyuarakan bahwa merah putih terlalu suci untuk dikibarkan di negara yang pemerintahnya gemar mempersulit rakyatnya sendiri.

Para sopir itu, dan semua yang mengikuti aksi ini, justru lebih nasionalis daripada para pejabat yang menghukum mereka. Mereka lebih pancasilais, meski sering tak diperlakukan secara adil dan beradab. Mereka tetap membayar pajak, tetap mengurus administrasi yang rumit, tetap hidup dalam sistem yang tak berpihak. Tapi mereka juga tetap bermimpi. Tetap berani. Tetap melawan.

Jika gerakan ini tumbuh menjadi sesuatu yang lebih besar, menjadi benih revolusi, itu bukan karena mereka membenci negara. Tapi karena mereka ingin menyelamatkannya.

Dan mungkin, seperti kata Thomas Shelby di Peaky Blinders, “Kami bukannya tak setia. Justru karena kami setia, kami tak ingin simbol kesetiaan kami tercemar oleh ketidakadilan.”

  • Penulis: Evant Andi

Rekomendasi Untuk Anda

  • GP Ansor Tegal Gelar Ziarah ke Makam Tokoh dan Sesepuh Kabupaten Tegal dalam Rangka HUT RI ke-80 photo_camera 2

    GP Ansor Tegal Gelar Ziarah ke Makam Tokoh dan Sesepuh Kabupaten Tegal dalam Rangka HUT RI ke-80

    • calendar_month Jumat, 15 Agt 2025
    • account_circle Ansor Balapulang
    • visibility 374
    • 0Komentar

    Balapulang, 15 Agustus 2025 — Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-80, Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Tegal menggelar kegiatan ziarah ke makam pendiri Kabupaten Tegal, Ki Gede Sebayu, yang berlokasi di Desa Danawarih, Kecamatan Balapulang. Kegiatan ini turut diikuti oleh jajaran Pimpinan Anak Cabang GP Ansor Balapulang serta pengurus harian PAC […]

  • Perbedaan Nuzulul Qur’an dan Lailatul Qadar

    Perbedaan Nuzulul Qur’an dan Lailatul Qadar

    • calendar_month Jumat, 7 Apr 2023
    • account_circle admin
    • visibility 277
    • 0Komentar

    Nuzulul Qur’an adalah waktu di mana Al-Qur’an pertama kali diturunkan. Di Indonesia lazim diperingati setiap tanggal 17 Ramadhan, umumnya di malam hari. Hampir di seluruh tempat di Nusantara mengadakan seremoni layaknya memperingati Maulid Nabi, Isra Mi’raj dan hari besar lainnya. Banyak cara masyarakat mengisi acara Nuzulul Qur’an, mulai dari tumpengan, pengajian, istighotsah, tahlil, khataman Al-Qur’an, […]

  • Menata Kaderisasi, Meningkatkan Kinerja Organisasi

    Menata Kaderisasi, Meningkatkan Kinerja Organisasi

    • calendar_month Jumat, 17 Mar 2023
    • account_circle admin
    • visibility 414
    • 0Komentar

    NU.OR.ID – Salah satu keputusan Konferensi Besar (Konbes) NU 20-22 Mei 2022 adalah penataan ulang kaderisasi NU yang sebelumnya terdiri dari Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PKPNU) dan Madrasah Kader Nahdlatul Ulama (MKNU). PBNU melakukan penyempurnaan dengan penjenjangan kaderisasi menjadi tiga tingkat. Pengaderan yang lebih tertata ini merupakan bagian dari konsolidasi organisasi. Tanpa kader yang […]

  • PCNU Kabupaten Tegal Gelar Muskercab ke-2: Menuju Penguatan Kemandirian Organisasi dan Relevansi Zaman

    PCNU Kabupaten Tegal Gelar Muskercab ke-2: Menuju Penguatan Kemandirian Organisasi dan Relevansi Zaman

    • calendar_month Selasa, 22 Jul 2025
    • account_circle Akhi Subkhi
    • visibility 696
    • 0Komentar

    Slawi, 20 Juli 2025 — Bertempat di Gedung Lantai 3 PCNU Kabupaten Tegal, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Tegal sukses menyelenggarakan Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) ke-2. Muskercab 2 tersebut bertujuan merumuskan arah strategis dan kebijakan organisasi ke depan. Forum ini menjadi wadah evaluasi pelaksanaan program kerja sebelumnya dan perancangan langkah konkret untuk mendukung kemajuan […]

  • Kang Yai

    Kang Yai

    • calendar_month Jumat, 31 Jul 2026
    • account_circle Habibah Nadz
    • visibility 89
    • 0Komentar

    “Iya di sini, tapi kalau untuk jadi menantu Mbah Kiai ya paling tidak nyantren lagi dua tahun, pulang-pulang hafidz, baru deh dipek mantu sama Mbah Kiai..” Rohanah mengakhiri pembicaraan sambil melenggang ke arah kompor. Yang ditinggal saling lirik sambil berbisik, “Mbak Rohanah cemburu..“

  • PAC GP ANSOR Balapulang Lantik Pengurus Lembaga Serta Kukuhkan Satkoryon BANSER Kecamatan Balapulang

    PAC GP ANSOR Balapulang Lantik Pengurus Lembaga Serta Kukuhkan Satkoryon BANSER Kecamatan Balapulang

    • calendar_month Minggu, 7 Mei 2023
    • account_circle admin
    • visibility 508
    • 3Komentar

    ANSORBALAPULANG.OR.ID – Ahad 7 Mei 2023 bertempat di gedung MWCNU Kecamatan Balapulang, Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda ANSOR melantik sejumlah Pengurus Lembaga PAC GP Ansor beserta Satkoryon BANSER Kecamatan Balapulang. Pelantikan diawali dengan apel bersama Ansor Banser se Kecamatan Balapulang, yang dipimpin oleh pembina apel sekaligus ketua PAC GP Ansor Kecamatan Balapulang Gus Khotibul Umam. […]

expand_less