Breaking News
light_mode
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.
Beranda » Artikel » Bangsa yang Ramah atau Marah (?)

Bangsa yang Ramah atau Marah (?)

  • account_circle Evant Andi
  • calendar_month Selasa, 7 Mar 2023
  • visibility 223
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ada apa dengan negeri ini sebenarnya? Kenapa dengan mudahnya kita menjumpai, di rumah, di jalanan, di gedung-gedung DPR, dan bahkan mirisnya ditempat-tempat ibadah, orang yang marah-marah. Bukan saja melalui tindakan, tetapi juga ujaran dan kata-kata yang seolah dipilih kasar dan menusuk. Pers atau bahkan media televisi pun tampaknya suka dengan berita dan tayangan-tayangan yang menampilkan kemarahan.

Yang lebih memprihatinkan, bahasa kemarahan tersebut juga sudah seperti tren dikalangan para intelektual dan agamawan. Khotbah keagamaan, ceramah-ceramah dan bahkan makalah ilmiah, rasanya kurang sedap jika tak dibumbui ujaran kebencian dan nada kemarahan. Bukan saja dikota-kota besar, setingkat kecamatan atau bahkan desa pun akan dengan mudah menyaksikan dan mendengarkan khotbah, atau ceramah yang dengan kebencian yang luar biasa menghujat pihak-pihak tertentu yang tidak sepaham dengan dirinya. Mereka dengan mudahnya menyuarakan kegeraman atas nama amar ma’ruf nahi munkar, lalu menganggap apa yang dikemukakan merupakan kebenaran satu-satunya. Sedangkan yang bersebrangan pasti salah, dan yang salah pasti jahanam. (gus mus)

Dari bacaan, ceramah, dan khutbah-khutbah tadi pada saatnya menjalar ke hal yang lain, seperti media komunikasi internet (medsos). Lihatlah dan bacalah apa yang ditulis orang-orang diruang khusus yang disediakan untuk mengomentari suatu berita atau opini di dunia maya, atau chat yang ditulis sesama teman didalam grup. Bahkan saudara, adik-adik kita yang bagiku untuk umur setingkat mereka, sudah dengan mudah mendapat kosa kata-kosa kata yang kurang pantas.

Kita boleh beranalisis bahwa fenomena tersebut adalah akibat dari berbagai faktor. Baik karena tekanan ekonomi, ketimpangan sosial, dan bahkan yang paling utama yaitu ketertinggalan. Namun mengingat bahwa mayoritas negeri ini beragama Islam, pengikut Nabi Muhammad SAW, fenomena tersebut tetap saja memprihatinkan. Apalagi jika para elit agama yang mengajarkan budi pekerti justru ikut larut dan menjadi pelopor tren jahiliyah tersebut.

Sekali lagi pertanyaan yang sama muncul. Ada apa dengan negeri ini? Apakah hanya karena panas global? Atau karena apa? Lalu, jika sudah seperti tadi, siapa lagi yang akan kita panuti?

Bagi umat islam, al-khairu kulluhu fittibaa’ir Rasul, yang terbaik dan paling baik adalah mengikuti jejak Rasul Muhammad SAW. Dan ini perintah Allah. Nabi Muhammad sebagaimana dikisahkan dalam Al-Quran, beliau memiliki keluhuran budi yang luar biasa, lemah lembut, tidak kasar dan tidak kaku. Kesaksian para sahabat sepakat bahwa panutan agung kita benar-benar teladan. Pribadi yang mulia, tidak bengis, tidak kasar. Tidak suka mengumpat dan memaki, tidak menegur dengan cara yang menyakitkan hati, tidak membalas keburukan dengan keburukan, melainkan memaafkan.

Bagi Nabi Muhammad SAW, orang yang paling mulia bukanlah orang yang paling pandai, atau orang yang fasih berbicara, bagi beliau orang yang mulia ialah orang yang mulia akhlaqnya.

Penulis

Suka menulis yang agak serius, juga penikmat sunyi.

Rekomendasi Untuk Anda

  • Berkibarnya Jolly Roger, Metafora Ketidakpuasan Publik

    Berkibarnya Jolly Roger, Metafora Ketidakpuasan Publik

    • calendar_month Minggu, 3 Agt 2025
    • account_circle Evant Andi
    • visibility 943
    • 0Komentar

    Terdapat sebuah pemandangan yang kontras muncul di permulaan bulan kemerdekaan Republik ini. Para supir truk yang biasanya mengibarkan bendera merah putih di tiang atau besi penyangga spion truknya setiap menyambut bulan Agustus, tahun ini memutuskan untuk tidak mengibarkannya. Mereka memprotes kebijakan penegakan aturan ODOL (Over Dimension Over Load) yang terasa timpang. Supir yang hanya menjalankan […]

  • Sejumlah 1.160 Mustahiq di Kecamatan Balapulang Terima Zakat Dari LAZIZNU Kab. Tegal

    Sejumlah 1.160 Mustahiq di Kecamatan Balapulang Terima Zakat Dari LAZIZNU Kab. Tegal

    • calendar_month Kamis, 13 Apr 2023
    • account_circle admin
    • visibility 248
    • 0Komentar

    BALAPULANG, Ansor Balapulang – Kamis 13 April 2023 bertempat di halaman gedung MWCNU Kecamatan Balapulang, sebanyak 1.160 warga fakir miskin dan yatim piatu menerima zakat dari PCNU Kabupaten Tegal melalui LAZIZNU. Penyaluran zakat tersebut merupakan salah satu program PCNU yang dilaksanakan setiap tahunnya kepada sejumlah warga yang termasuk kategori fakir miskin dan yatim piatu. Penerima […]

  • Ringankan Beban Sesama, PAC GP Ansor Balapulang Salurkan Bantuan dan Bangun Mushola Darurat di Padasari Play Button

    Ringankan Beban Sesama, PAC GP Ansor Balapulang Salurkan Bantuan dan Bangun Mushola Darurat di Padasari

    • calendar_month Jumat, 20 Feb 2026
    • account_circle admin
    • visibility 414
    • 0Komentar

    Balapulang – Sebagai wujud kepedulian dan solidaritas kemanusiaan, Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor Balapulang bergerak cepat menyalurkan bantuan bagi para penyintas bencana tanah longsor dan tanah bergerak di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal pada Minggu (15/2/2026). Aksi kemanusiaan ini melibatkan puluhan anggota Ansor dan Banser yang terjun langsung ke lokasi bencana untuk […]

  • Silaturahmi Perdana, PAC GP Ansor Balapulang Samakan Visi Calon Pengurus

    Silaturahmi Perdana, PAC GP Ansor Balapulang Samakan Visi Calon Pengurus

    • calendar_month Selasa, 24 Jun 2025
    • account_circle Ansor Balapulang
    • visibility 718
    • 0Komentar

    Ansor Balapulang – Rapat perdana calon pengurus harian Pimpinan Anak Cabang GP Ansor Balapulang hasil tim formatur Masa Khidmat 2025-2028 dikemas dengan silaturahmi dilaksanakan di rumah Sahabat Evant, selaku ketua mandataris PAC GP Ansor Balapulang pada Senin, 23 Juni 2025. Saat memberikan sambutan, Evant mengatakan kepada calon pengurus harian PAC GP Ansor Balapulang Masa Khidmat […]

  • Menata Kaderisasi, Meningkatkan Kinerja Organisasi

    Menata Kaderisasi, Meningkatkan Kinerja Organisasi

    • calendar_month Jumat, 17 Mar 2023
    • account_circle admin
    • visibility 371
    • 0Komentar

    NU.OR.ID – Salah satu keputusan Konferensi Besar (Konbes) NU 20-22 Mei 2022 adalah penataan ulang kaderisasi NU yang sebelumnya terdiri dari Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PKPNU) dan Madrasah Kader Nahdlatul Ulama (MKNU). PBNU melakukan penyempurnaan dengan penjenjangan kaderisasi menjadi tiga tingkat. Pengaderan yang lebih tertata ini merupakan bagian dari konsolidasi organisasi. Tanpa kader yang […]

  • Menjawab Tantangan Zaman: Ketahanan Pangan dalam Perspektif Pemuda Ansor

    Menjawab Tantangan Zaman: Ketahanan Pangan dalam Perspektif Pemuda Ansor

    • calendar_month Sabtu, 12 Jul 2025
    • account_circle Z. A. Fikri
    • visibility 388
    • 0Komentar

    Ketahanan pangan bukan lagi isu sektoral yang hanya menjadi tanggung jawab kementerian atau petani semata. Ia telah menjelma menjadi tantangan strategis bangsa, yang menentukan kualitas hidup, stabilitas sosial, hingga kedaulatan negara. Dalam konteks ini, kehadiran organisasi kepemudaan seperti Gerakan Pemuda Ansor tidak boleh bersifat pasif. Ketahanan pangan harus dipandang sebagai ladang jihad sosial yang menuntut […]

expand_less