Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Artikel » Bangsa yang Ramah atau Marah (?)

Bangsa yang Ramah atau Marah (?)

  • account_circle Evant Andi
  • calendar_month Selasa, 7 Mar 2023
  • visibility 331
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ada apa dengan negeri ini sebenarnya? Kenapa dengan mudahnya kita menjumpai, di rumah, di jalanan, di gedung-gedung DPR, dan bahkan mirisnya ditempat-tempat ibadah, orang yang marah-marah. Bukan saja melalui tindakan, tetapi juga ujaran dan kata-kata yang seolah dipilih kasar dan menusuk. Pers atau bahkan media televisi pun tampaknya suka dengan berita dan tayangan-tayangan yang menampilkan kemarahan.

Yang lebih memprihatinkan, bahasa kemarahan tersebut juga sudah seperti tren dikalangan para intelektual dan agamawan. Khotbah keagamaan, ceramah-ceramah dan bahkan makalah ilmiah, rasanya kurang sedap jika tak dibumbui ujaran kebencian dan nada kemarahan. Bukan saja dikota-kota besar, setingkat kecamatan atau bahkan desa pun akan dengan mudah menyaksikan dan mendengarkan khotbah, atau ceramah yang dengan kebencian yang luar biasa menghujat pihak-pihak tertentu yang tidak sepaham dengan dirinya. Mereka dengan mudahnya menyuarakan kegeraman atas nama amar ma’ruf nahi munkar, lalu menganggap apa yang dikemukakan merupakan kebenaran satu-satunya. Sedangkan yang bersebrangan pasti salah, dan yang salah pasti jahanam. (gus mus)

Dari bacaan, ceramah, dan khutbah-khutbah tadi pada saatnya menjalar ke hal yang lain, seperti media komunikasi internet (medsos). Lihatlah dan bacalah apa yang ditulis orang-orang diruang khusus yang disediakan untuk mengomentari suatu berita atau opini di dunia maya, atau chat yang ditulis sesama teman didalam grup. Bahkan saudara, adik-adik kita yang bagiku untuk umur setingkat mereka, sudah dengan mudah mendapat kosa kata-kosa kata yang kurang pantas.

Kita boleh beranalisis bahwa fenomena tersebut adalah akibat dari berbagai faktor. Baik karena tekanan ekonomi, ketimpangan sosial, dan bahkan yang paling utama yaitu ketertinggalan. Namun mengingat bahwa mayoritas negeri ini beragama Islam, pengikut Nabi Muhammad SAW, fenomena tersebut tetap saja memprihatinkan. Apalagi jika para elit agama yang mengajarkan budi pekerti justru ikut larut dan menjadi pelopor tren jahiliyah tersebut.

Sekali lagi pertanyaan yang sama muncul. Ada apa dengan negeri ini? Apakah hanya karena panas global? Atau karena apa? Lalu, jika sudah seperti tadi, siapa lagi yang akan kita panuti?

Bagi umat islam, al-khairu kulluhu fittibaa’ir Rasul, yang terbaik dan paling baik adalah mengikuti jejak Rasul Muhammad SAW. Dan ini perintah Allah. Nabi Muhammad sebagaimana dikisahkan dalam Al-Quran, beliau memiliki keluhuran budi yang luar biasa, lemah lembut, tidak kasar dan tidak kaku. Kesaksian para sahabat sepakat bahwa panutan agung kita benar-benar teladan. Pribadi yang mulia, tidak bengis, tidak kasar. Tidak suka mengumpat dan memaki, tidak menegur dengan cara yang menyakitkan hati, tidak membalas keburukan dengan keburukan, melainkan memaafkan.

Bagi Nabi Muhammad SAW, orang yang paling mulia bukanlah orang yang paling pandai, atau orang yang fasih berbicara, bagi beliau orang yang mulia ialah orang yang mulia akhlaqnya.

Penulis

Suka menulis yang agak serius, tapi kadang receh.

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menjawab Panggilan Zaman: Refleksi Pemuda Ansor di HUT RI ke-80

    Menjawab Panggilan Zaman: Refleksi Pemuda Ansor di HUT RI ke-80

    • calendar_month Sabtu, 16 Agt 2025
    • account_circle Z. A. Fikri
    • visibility 789
    • 0Komentar

    Peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia bukan sekadar selebrasi usia. Ia adalah momen refleksi, peneguhan kembali arah perjuangan bangsa, serta evaluasi kritis terhadap janji-janji kemerdekaan. Di tengah kompleksitas zaman, pemuda Indonesia dihadapkan pada tantangan yang tak lagi konvensional: krisis identitas, keterbelahan sosial, kemiskinan digital, degradasi lingkungan, hingga stagnasi kepemimpinan moral. Dalam konteks ini, Gerakan […]

  • Ilustrasi Doa (Foto: Mindra Purnomo)

    Mengenal Pengarang Doa Kamilin Yang Dibaca Setelah Shalat Tarawih

    • calendar_month Senin, 1 Apr 2024
    • account_circle Ansor Balapulang
    • visibility 345
    • 0Komentar

    Siapa pengarang doa kamilin yang dibaca setelah shalat tarawih? Ada yang khas dari sejumlah Masjid dan Mushala saat Ramadhan. Salah satunya adalah digunakannya ‘Doa Kamilin’ oleh imam atau bilal setelah menyelesaikan shalat tarawih. Lantas, siapakah pengarang dari doa tersebut? Sekadar diketahui bahwa doa yang hampir selalu dibaca oleh umat Islam di Tanah Air ini juga […]

  • MWC NU Kecamatan Balapulang Gelar Halal Bi Halal Bersama Seluruh Badan Otonom NU Se Kecamatan Balapulang photo_camera 3

    MWC NU Kecamatan Balapulang Gelar Halal Bi Halal Bersama Seluruh Badan Otonom NU Se Kecamatan Balapulang

    • calendar_month Minggu, 21 Mei 2023
    • account_circle admin
    • visibility 495
    • 0Komentar

    Balapulang, Ansor Balapulang – Ahad, 21 Mei 2023 bertempat di gedung MWCNU Kecamatan Balapulang, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama gelar halal bi halal bersama seluruh Badan Otonom Nahdlatul Ulama se Kecamatan Balapulang. Acara dibuka dengan tahlil dan do’a bersama, dipimpin oleh KH. Abdol Ghofar selaku Wakil Rois Syuriah MWCNU Kecamatan Balapulang. Muhamad Fahmi, M.Pd selaku […]

  • Ringankan Beban Sesama, PAC GP Ansor Balapulang Salurkan Bantuan dan Bangun Mushola Darurat di Padasari Play Button

    Ringankan Beban Sesama, PAC GP Ansor Balapulang Salurkan Bantuan dan Bangun Mushola Darurat di Padasari

    • calendar_month Jumat, 20 Feb 2026
    • account_circle admin
    • visibility 568
    • 0Komentar

    Balapulang – Sebagai wujud kepedulian dan solidaritas kemanusiaan, Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor Balapulang bergerak cepat menyalurkan bantuan bagi para penyintas bencana tanah longsor dan tanah bergerak di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal pada Minggu (15/2/2026). Aksi kemanusiaan ini melibatkan puluhan anggota Ansor dan Banser yang terjun langsung ke lokasi bencana untuk […]

  • PAC GP ANSOR Balapulang Lantik Pengurus Lembaga Serta Kukuhkan Satkoryon BANSER Kecamatan Balapulang

    PAC GP ANSOR Balapulang Lantik Pengurus Lembaga Serta Kukuhkan Satkoryon BANSER Kecamatan Balapulang

    • calendar_month Minggu, 7 Mei 2023
    • account_circle admin
    • visibility 564
    • 3Komentar

    ANSORBALAPULANG.OR.ID – Ahad 7 Mei 2023 bertempat di gedung MWCNU Kecamatan Balapulang, Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda ANSOR melantik sejumlah Pengurus Lembaga PAC GP Ansor beserta Satkoryon BANSER Kecamatan Balapulang. Pelantikan diawali dengan apel bersama Ansor Banser se Kecamatan Balapulang, yang dipimpin oleh pembina apel sekaligus ketua PAC GP Ansor Kecamatan Balapulang Gus Khotibul Umam. […]

  • Pelatihan Kepemimpinan Dasar Ansor Balapulang: Ikhtiar Melahirkan Pemimpin Adaptif, Militan, dan Berwawasan Kebangsaan photo_camera 6

    Pelatihan Kepemimpinan Dasar Ansor Balapulang: Ikhtiar Melahirkan Pemimpin Adaptif, Militan, dan Berwawasan Kebangsaan

    • calendar_month Kamis, 30 Jul 2026
    • account_circle Ansor Balapulang
    • visibility 282
    • 0Komentar

    “Melalui Pelatihan Kepemimpinan Dasar 2026 ini, kami berharap ke depan akan lahir kader-kader Ansor baru yang inovatif, yang tidak hanya menjalankan rutinitas organisasi, melainkan mampu menjawab tantangan sosial masyarakat terkini”. Ujar Evant.

expand_less