Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Jangan Salahkan Mbah Google

Jangan Salahkan Mbah Google

  • account_circle Evant Andi
  • calendar_month Jumat, 10 Mar 2023
  • visibility 422
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

ANSORBALAPULANG.OR.IDGoogle merupakan salah satu mesin pencari yang paling populer digunakan oleh masyarakat di antara mesin pencari lainnya. Bahkan karena kepiawaiannya menjawab berbagai macam pertanyaan sampai-sampai dijuluki ‘simbah’ oleh kalangan pemuda jaman sekarang.

Bagi orang yang lebih dahulu mengenal internet, tentu sudah tidak asing dengan istilah search engine atau alat mesin pencari. Selain google, alat pencari yang tersedia kala itu sangat beragam. Mulai dari Yahoo! Search, Bing, Ask, Yandex, Wiki dan lain sebagainya.

Karena pengguna internet saat ini mayoritas melalui smartphone android, yang mana android merupakan salah satu produk dari perusahaan Google, maka segala macam aktivitas pencarian kita disediakan oleh perusahaan tersebut.

Bukan hanya pertanyaan yang sifatnya akademik, Google sendiri mendesain alat pencarinya sedekat mungkin dengan para penggunanya. Bahkan, dengan berkembangnya kecerdasan buatan saat ini, berbagai macam pertanyaan konyol pun mampu dijawab oleh mesin pencari tersebut.

tampilan asisten google saat menerima perintahkan

Silakan saja tahan tombol Home di smartphone android yang kalian gunakan dan tanyakan hal apa pun, kecerdasan buatan yang ditanamkan dalam mesin pencari google tersebut akan menjawab dengan mudah selama terkoneksi dengan internet.

Mudahnya penggunaan dan cepatnya jawaban yang ditampilkan, menjadikan google sebagai mesin pencari populer di dunia. Selain itu, Google juga memiliki lebih banyak fitur dibanding para pesaingnya. Tak heran, lebih dari 90 persen pengguna mempercayakan jawaban atas apa yang mereka cari kepada Google.

Seperti yang telah diulas sebelumnya, Google saat ini mampu menjawab berbagai pertanyaan yang dilayangkan kepadanya. Bahkan, para akademisi atau santri sekalipun, sering menggunakan alat mesin pencari tersebut untuk mencari referensi atau jawaban atas pertanyaan yang muncul di pikirannya.

Penulis sendiri mengamati, ada dua kubu dalam merespon penggunaan alat pencari tersebut. Bagi yang sudah melek teknologi, penggunaan Google sebagai alat bantu pencarian sangat memudahkan tugasnya manakala ada hal cepat yang ingin ia ketahui atau ingat kembali. Tetapi sebaliknya, bagi akademisi atau santri tulen (tidak selalu juga), bertanya atau mencari jawaban, harus kepada ahlinya. Entah itu bersumber dari buku, kitab, dosen, atau bahkan kiyai sekalipun. Padahal, tak sedikit kiyai saat ini juga mempercayakan pilihan jawaban kepada Mbah Google.

Yang perlu diingat di sini, penggunaan mesin pencari tersebut, sama halnya dengan seseorang yang masuk ke dalam ruang perpustakaan yang di dalamnya terdapat berbagai macam sumber referensi jawaban. Kualitas dan kebenaran jawaban tergantung kemampuan dan pengetahuan dari orangnya. Perpustakaan hanya menyediakan pilihan jawaban atas apa yang mereka cari. Atau seseorang yang sedang mencari jawaban atas suatu pertanyaan, terdapat berbagai macam pilihan dosen atau kiyai yang akan menjawab. Tergantung mana dan ke mana yang akan dipilih sebagai sumber atas pertanyaan yang kita butuh kan.

Artinya, penting sekali mengetahui dasar ilmu pengetahuannya terlebih dahulu. Bagi penulis, tidak masalah mencari sumber referensi melalui mesin pencari Google. Asalkan kita tahu sumber yang kita baca, itu bisa kita jadikan rujukan dalam mengambil sikap, atau menentukan solusi suatu masalah. Toh banyak kiyai yang mendorong para da’i muda untuk mempublikasikan karyanya di internet. Juga mengunggah kitab-kitab konvensional yang sering menjadi rujukan supaya bisa dinikmati oleh mereka yang tidak mempunyai versi cetaknya.

Kembali lagi ke awal. Jangan salahkan Mbah Google yang menyodorkan jawaban. Melainkan, perbaiki kualitas baca kita agar tidak mudah dan salah menentukan sumber referensi yang akan kita gunakan.

Salam literasi.

Penulis

Suka menulis yang agak serius, tapi kadang receh.

Rekomendasi Untuk Anda

  • Usai Dilantik, PAC GP ANSOR Kecamatan Balapulang langsung Gelar Rapat Kerja

    Usai Dilantik, PAC GP ANSOR Kecamatan Balapulang langsung Gelar Rapat Kerja

    • calendar_month Senin, 27 Feb 2023
    • account_circle Ansor Balapulang
    • visibility 407
    • 1Komentar

    BALAPULANG – Ahad, 26 Februari 2023 bertempat di gedung MWC NU Kecamatan Balapulang, usai pelantikan Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda ANSOR Kecamatan Balapulang, Pengurus harian langsung melaksanakan Rapat Kerja (Raker I) dengan seluruh Pengurus Lembaga. Dalam penyusunan program kerja, Pengurus Harian mengusung tema “Ansor Maju, Implementasi Kemandirian Ekonomi”. Tema tersebut kemudian dituangkan dalam Visi dan Misi […]

  • Bangsa yang Ramah atau Marah (?)

    Bangsa yang Ramah atau Marah (?)

    • calendar_month Selasa, 7 Mar 2023
    • account_circle Evant Andi
    • visibility 330
    • 0Komentar

    Ada apa dengan negeri ini sebenarnya? Kenapa dengan mudahnya kita menjumpai, di rumah, di jalanan, di gedung-gedung DPR, dan bahkan mirisnya ditempat-tempat ibadah, orang yang marah-marah. Bukan saja melalui tindakan, tetapi juga ujaran dan kata-kata yang seolah dipilih kasar dan menusuk. Pers atau bahkan media televisi pun tampaknya suka dengan berita dan tayangan-tayangan yang menampilkan […]

  • PW GP Ansor Jawa Tengah Gelar Muskerwil Ke-2 di Tegal, Tegaskan Penguatan Meritokrasi dan Digitalisasi Kader photo_camera 4

    PW GP Ansor Jawa Tengah Gelar Muskerwil Ke-2 di Tegal, Tegaskan Penguatan Meritokrasi dan Digitalisasi Kader

    • calendar_month Minggu, 13 Sep 2026
    • account_circle Evant Andi
    • visibility 115
    • 0Komentar

    TEGAL — Ansor Balapulang Pimpinan Wilayah (PW) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jawa Tengah secara resmi membuka Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) Ke-2 yang berlangsung di Kabupaten Tegal, Sabtu (12/9/2026). Forum strategis tahunan ini menjadi ajang konsolidasi organisasi, evaluasi kinerja, serta penetapan arah kebijakan Ansor Jawa Tengah di tengah tantangan digital dan dinamika kebangsaan. Acara pembukaan dihadiri […]

  • NU Online: 22 Tahun Menjadi Lentera Digital bagi Nahdliyin

    NU Online: 22 Tahun Menjadi Lentera Digital bagi Nahdliyin

    • calendar_month Selasa, 15 Jul 2025
    • account_circle Evant Andi
    • visibility 1.063
    • 0Komentar

    Di tengah derasnya arus informasi dan transformasi digital, NU Online telah membuktikan dirinya sebagai media rujukan yang tak tergantikan bagi warga Nahdliyin. Usianya yang ke-22 bukan sekadar angka, melainkan simbol konsistensi dalam menyebarkan nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jama’ah secara moderat, mendalam, dan relevan dengan zaman. Hasan Basri Marwah, dalam tulisannya NU Online dan Transformasi Ritmisnya, […]

  • Ilustrasi Doa (Foto: Mindra Purnomo)

    Mengenal Pengarang Doa Kamilin Yang Dibaca Setelah Shalat Tarawih

    • calendar_month Senin, 1 Apr 2024
    • account_circle Ansor Balapulang
    • visibility 345
    • 0Komentar

    Siapa pengarang doa kamilin yang dibaca setelah shalat tarawih? Ada yang khas dari sejumlah Masjid dan Mushala saat Ramadhan. Salah satunya adalah digunakannya ‘Doa Kamilin’ oleh imam atau bilal setelah menyelesaikan shalat tarawih. Lantas, siapakah pengarang dari doa tersebut? Sekadar diketahui bahwa doa yang hampir selalu dibaca oleh umat Islam di Tanah Air ini juga […]

  • Mengatasi Perbedaan Cara Hormat Santri Terhadap Guru Formal dan Guru Ngaji

    Mengatasi Perbedaan Cara Hormat Santri Terhadap Guru Formal dan Guru Ngaji

    • calendar_month Senin, 21 Sep 2026
    • account_circle Ahmad Nahrowi
    • visibility 30
    • 0Komentar

    Boleh jadi, melalui seorang guru formal yang sering kita sepelekan itulah Allah membuka jalan bagi masa depan kita. Jangan-jangan selama ini kita keliru memahami takdzim. Kita begitu pandai menundukkan kepala di hadapan Kiai, tetapi begitu sulit menundukkan ego di hadapan guru formal.

expand_less