Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Artikel » Sepak Terjang Muslimat NU

Sepak Terjang Muslimat NU

  • account_circle Ansor Balapulang
  • calendar_month Kamis, 30 Mar 2023
  • visibility 150
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) hari ini genap berusia 77 tahun. Organisasi bagi perempuan Nahdliyin ini berdiri pada 29 Maret 1946 M atau bertepatan dengan tanggal 21 Rabiul Akhir 1365 H di Purwokerto, Jawa Tengah. Hal ini disepakati oleh para ulama NU pada Muktamar Ke-16 NU di kota tersebut, sebagaimana disebut dalam Ensiklopedia NU.

Pada mulanya, usulan untuk pendirian organisasi bagi perempuan NU mendapatkan tantangan karena munculnya ketidaksetujuan dari sejumlah pihak. Usulan ini muncul dari sosok Nyai R Djuaesih dan Nyai Siti Sarah yang tampil menyampaikan pidato pada Muktamar Ke-13 NU di Menes, Banten pada tahun 1938.

Pada Muktamar NU berikutnya, tahun 1939 di Magelang, Nyai R Djuaesih memimpin rapat khusus perempuan atas tugas dari RH Muchtar. Baru setelah delapan tahun usulan tersebut disampaikan, Muslimat NU disepakati berdiri.

Sebagai organisasi perempuan, Muslimat NU bergerak dalam pengembangan keperempuanan dan anak. Susan Blackburn dalam Women and The State in Modern Indonesia (2004: 28) mencatat bahwa Muslimat NU bergerak dalam melanjutkan kiprah keagamaan dan sosialnya melalui jaringannya yang tersebar luas di Nusantara. Bahkan Muslimat NU juga turut berusaha mempertahankan kemerdekaan negara mereka dengan menghindari sikap politik yang terang-terangan.

Sebagaimana diketahui, Muslimat NU memiliki unit-unit tertentu dalam menyemai gerakannya pada bidang-bidang tertentu. Dalam bidang keagamaan, Muslimat NU memiliki Himpunan Daiyah dan Majelis Taklim Muslimat NU (Hidmat MNU) yang menaungi puluhan ribu majelis taklim. Ada pula Yayasan Haji Muslimat NU (YHMNU) yang membawahi 146 Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH).

Dalam bidang pendidikan, Muslimat NU mempunyai Yayasan Pendidikan Muslimat NU (YPMNU) yang membawahi 9.800 TK dan Raudlatul Atfal, 350 Taman Pendidikan Al-Qur’an, dan 6.226 Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Muslimat NU juga memiliki 11 Balai Latihan Kerja (BLK).

Sementara dalam bidang sosial dan kesehatan, Muslimat NU memiliki Yayasan Kesejahteraan Muslimat NU (YKMNU) membawahi 104 panti asuhan, 10 asrama putri, 10 panti jompo, dan 108 pusat layanan kesehatan meliputi rumah sakit, rumah sakit bersalin, rumah sakit ibu dan anak, serta klinik. Dalam bidang ini juga, Muslimat NU bergerak memberikan peminjaman inkubator bayi. 

Selain itu, Muslimat NU juga bergerak dalam bidang ekonomi. Muslimat NU memiliki unit khusus dalam bidang ini, yaitu Induk Koperasi An-Nisa (Inkopan) yang memiliki 1 induk koperasi, 9 koperasi sekunder, 144 koperasi primer berbadan hukum, dan 355 tempat pelayanan anggota koperasi (TPAK).

Memang Muslimat NU dalam Peraturan Dasar dan Peraturan Rumah Tangga (PD/PRT)-nya mengenai strateginya dalam mewujudkan visi dan misinya dalam mewujudkan perempuan yang sadar beragama, bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Ada empat strategi, yakni sebagai berikut.

  1. Mempersatukan gerak perempuan Indonesia, khususnya Perempuan Ahlusunnah wal Jamaah.
  2. Meningkatkan kualitas perempuan Indonesia yang cerdas, trampil, dan kompetitif, sebagai bentuk tanggung jawab terhadap agama, bangsa, negara dan membentuk generasi penerus bangsa yang taat beragama.
  3. Bergerak aktif dalam kegiatan pelayanan masyarakat di bidang: Peribadatan, dakwah, dan penerangan; Sosial, ekonomi, kesehatan, dan lingkungan hidup; Pendidikan; Hukum dan advokasi; Usaha kemasyarakatan lainnya yang tidak bertentangan dengan organisasi.
  4. Meningkatkan jejaring dan kerjasama dengan badan-badan lembaga/organisasi yang tidak bertentangan dengan visi dan isi organisasi.

Dalam perkembangannya, Muslimat NU dari masa ke masa telah dipimpin oleh enam perempuan, yakni sebagai berikut:

  1. Ny. Chodijah Dahlan (1946-1947)
  2. Ny. Yasin (1947-1950)
  3. Ny. Hj. Mahmudah Mawardi (1950-1979)
  4. Hj. Asmah Syahruni (1979-1995)
  5. Hj. Aisyah Hamid Baidlawi (1995-2000)
  6. Hj. Khofifah Indar Parawansa (2000- sekarang).

Sampai hari ini, gerakan Muslimat NU tidak hanya terbatas di dalam negeri. Muslimat NU juga berdiri di sejumlah negara di tiga benua. Di Asia, ada di Malaysia, Taiwan, Hongkong, Jepang, Tiongkok, dan Arab Saudi; di Afrika, terdapat di Mesir dan Sudan; sedangkan di Eropa terdapat di Belanda, Inggris, hingga Jerman. Penulis: Syakir NF Baca Juga: Nyai Hindun, Peletak Dasar-dasar Muslimat NU.

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ansor Banser Kecamatan Balapulang Gelar Penggalangan Dana untuk Sumatera dan Aceh Play Button photo_camera 2

    Ansor Banser Kecamatan Balapulang Gelar Penggalangan Dana untuk Sumatera dan Aceh

    • calendar_month Minggu, 28 Des 2025
    • account_circle Ansor Balapulang
    • visibility 96
    • 0Komentar

    Balapulang – Satuan Kordinasi Rayon (Satkoryon) Banser Balapulang kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap sesama dengan menggelar aksi penggalangan dana untuk masyarakat Sumatera dan Aceh yang membutuhkan. Kegiatan ini dilaksanakan pada Ahad, 21 Desember 2025 bertempat di Pasar Balapulang dan berhasil menarik perhatian serta partisipasi masyarakat sekitar. Sebelum aksi di tingkat PAC ini, penggalangan dana juga telah dilakukan […]

  • PAC GP Ansor Balapulang Hadiri Apel Kebangsaan 10.000 Banser di Cirebon

    PAC GP Ansor Balapulang Hadiri Apel Kebangsaan 10.000 Banser di Cirebon

    • calendar_month Rabu, 24 Des 2025
    • account_circle Ansor Balapulang
    • visibility 270
    • 0Komentar

    Cirebon, 23 Desember 2025 – Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Balapulang turut hadir bersama Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor Kabupaten Tegal dalam Apel Kebangsaan 10.000 Banser yang digelar di Pelataran Kompleks Makam Sunan Gunung Jati, Cirebon, Jawa Barat. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk meneguhkan komitmen Ansor dan Banser dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan […]

  • NU Bukan Alat Politik, Melainkan Rumah Khidmat Umat

    NU Bukan Alat Politik, Melainkan Rumah Khidmat Umat

    • calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
    • account_circle Mustofa Mi'roj
    • visibility 193
    • 0Komentar

    Danawarih, Ansor Balapulang Di tengah semakin kaburnya batas antara pengabdian dan kepentingan, Nahdlatul Ulama kembali diuji untuk setia pada jati dirinya. NU lahir bukan untuk menjadi kendaraan politik praktis, apalagi alat legitimasi kekuasaan. NU didirikan sebagai jam’iyah diniyah ijtima’iyah yang tugas utamanya adalah melayani umat. Ruh inilah yang harus ditegaskan kembali dalam Konferensi MWCNU Balapulang […]

  • Sejumlah 1.160 Mustahiq di Kecamatan Balapulang Terima Zakat Dari LAZIZNU Kab. Tegal

    Sejumlah 1.160 Mustahiq di Kecamatan Balapulang Terima Zakat Dari LAZIZNU Kab. Tegal

    • calendar_month Kamis, 13 Apr 2023
    • account_circle admin
    • visibility 138
    • 0Komentar

    BALAPULANG, Ansor Balapulang – Kamis 13 April 2023 bertempat di halaman gedung MWCNU Kecamatan Balapulang, sebanyak 1.160 warga fakir miskin dan yatim piatu menerima zakat dari PCNU Kabupaten Tegal melalui LAZIZNU. Penyaluran zakat tersebut merupakan salah satu program PCNU yang dilaksanakan setiap tahunnya kepada sejumlah warga yang termasuk kategori fakir miskin dan yatim piatu. Penerima […]

  • PAC GP ANSOR Balapulang Laksanakan PKD Guna Cetak Kader Militan

    PAC GP ANSOR Balapulang Laksanakan PKD Guna Cetak Kader Militan

    • calendar_month Senin, 4 Sep 2023
    • account_circle Evant Andi
    • visibility 136
    • 2Komentar

    Karangjambu, Balapulang – Jum’at 1 September 2023 bertempat di Gedung Madrasah Ibtidaiyah Ikhsaniyah Karangjambu Kecamatan Balapulang Kabupaten Tegal Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) ANSOR Balapulang gelar Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) GP ANSOR selama 3 hari guna cetak kader militan. Ketua Panitia PKD, Muhamad Solehudin menyampaikan jumlah peserta yang mengikuti PKD tersebut sejumlah 31 […]

  • Bangsa yang Ramah atau Marah (?)

    Bangsa yang Ramah atau Marah (?)

    • calendar_month Selasa, 7 Mar 2023
    • account_circle Evant Andi
    • visibility 79
    • 0Komentar

    Ada apa dengan negeri ini sebenarnya? Kenapa dengan mudahnya kita menjumpai, di rumah, di jalanan, di gedung-gedung DPR, dan bahkan mirisnya ditempat-tempat ibadah, orang yang marah-marah. Bukan saja melalui tindakan, tetapi juga ujaran dan kata-kata yang seolah dipilih kasar dan menusuk. Pers atau bahkan media televisi pun tampaknya suka dengan berita dan tayangan-tayangan yang menampilkan […]

expand_less