Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Artikel » Dua Logo, Satu Semangat: Menelisik Makna Filosofis Logo Hari Santri 2026 Versi Kemenag dan PBNU

Dua Logo, Satu Semangat: Menelisik Makna Filosofis Logo Hari Santri 2026 Versi Kemenag dan PBNU

  • account_circle Evant Andi
  • calendar_month 15 jam yang lalu
  • visibility 71
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Hari Santri Nasional diperingati setiap tahunnya pada tanggal 22 Oktober. Penentuan tersebut berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2015 tentang Hari Santri oleh Presiden Joko Widodo.

Dalam perjalanannya, Hari Santri merupakan supremasi dari perjuangan para santri dan ulama pesantren. Peringatan Hari Santri Nasional tak lepas dari akar sejarah panjang kemerdekaan Indonesia.

Hari Santri Nasional bukan hanya dimaknai sekadar mengenang sejarah. Lebih dari itu santri bisa memaknainya sebagai upaya menghidupkan kembali semangat nasionalisme, keikhlasan, dan cinta pada tanah air.

Ekspresi dari upaya tersebut terkandung dalam logo yang dirilis baik Kementerian Agama (Kemenag) sebagai perwakilan dari Pemerintah Republik Indonesia, ataupun Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sebagai wakil dari Santri Indonesia.

Logo merupakan simbol, gambar, atau tulisan yang mewakili identitas dari suatu entitas. Logo berfungsi sebagai identitas visual yang menggambarkan karakter, nilai, dan pesan dari entitas yang diwakilinya.

Baik Pemerintah ataupun PBNU, merilis logo Hari Santi Nasional setiap tahunnya dengan rupa dan tema yang berbeda, tetapi memiliki akar spirit yang sama dan saling mendukung satu sama lain.

Filosofi Logo

Tahun 2026 ini, PBNU mengusung tema “Menguatkan Akar Tradisi, Menjaga Keutuhan Negeri”. Tema tersebut  menegaskan bahwa santri bertumbuh dari tradisi keilmuan pesantren, bernaung dalam nilai-nilai keislaman, lalu berkhidmah untuk menjaga keutuhan bangsa.

Pada Pedoman Identitas Visual Logo Hari Santri 2026 versi PBNU ini menampilkan kitab kuning sebagai simbol tradisi keilmuan pesantren, kubah sebagai naungan nilai-nilai Islam, akar sebagai fondasi tradisi dan adab, serta satu bintang sebagai arah cita-cita dan pengabdian. Keseluruhannya menegaskan bahwa santri tumbuh dari akar tradisi, dinaungi ilmu dan iman, lalu berkhidmah menjaga keutuhan negeri.

Kitab kuning pada logo, merupakan unsur paling penting yang melambangkan tradisi keilmuan pesantren, warisan ulama, dan kekayaan khazanah Islam Ahlussunnah wal Jamaah yang selama ini menjadi ruh pendidikan santri.

Bentuk lengkung di bagian atas menyerupai kubah melambangkan naungan nilai-nilai Islam, keluhuran peradaban, dan rumah besar tempat santri tumbuh. Kubah juga dapat dimaknai sebagai simbol pesantren dan masjid sebagai pusat pembinaan, lambang keteduhan dan perlindungan, serta penanda bahwa ilmu santri tumbuh dalam bingkai iman, ibadah, dan akhlak.

Akar yang menjulur ke bawah merupakan penegasan tema besar peringatan Hari Santri Nasional tahun ini. Akar menunjukkan bahwa santri boleh tumbuh tinggi, tetapi tidak boleh tercerabut dari asalnya. Justru karena akarnya kuat, santri mampu tetap teguh menghadapi perubahan zaman dan terus memberi manfaat bagi bangsa.

Pada logo juga terdapat satu bintang di puncak. Ia melambangkan arah, cita-cita, dan tuntunan tertinggi. Letaknya di bagian paling atas menegaskan bahwa seluruh proses—berakar, belajar, bertumbuh, dan berkhidmah— harus menuju satu orientasi yang mulia.

Sedangkan pada logo Hari Santri Nasional versi Pemerintah, Kemenag mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri, Menuju Indonesia Emas”. Dua lingkaran pada visual logo menunjukkan jalinan antar unsur (ulama, santri, dan masyarakat) yang merepresentasikan kebersamaan yang melahirkan kekuatan.

Dua lingkaran yang saling menyimpul merepresentasikan dua pijakan kehidupan santri, yaitu beragama dan bernegara. Keduanya tidak berdiri sendiri, melainkan terjalin secara harmonis sebagai suatu kesatuan. Nilai agama yang menjadi landasan moral, sementara kesadaran bernegara menjadi ruang pengabdian untuk memberikan manfaat bagi negara.

Lingkaran paling atas menjadi simbol cita-cita dan tujuan yang hendak dicapai. Bentuknya yang berada pada posisi tertinggi menggambarkan pandangan menuju masa depan, yaitu harapan dan ikhtiar bersama untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Kesimpulan

Meskipun diluncurkan oleh dua lembaga berbeda dengan pendekatan visual yang beragam, kedua logo Hari Santri 2026 tersebut memiliki akar substansi yang sama dan membawakan kesimpulan mendasar yang selaras.

Kedua logo tersebut tetap berdiri di atas pijakan sejarah yang sama, yaitu memperingati peristiwa Resolusi Jihad 1945. Keduanya menempatkan santri bukan sekadar sebagai murid pesantren, melainkan sebagai elemen perjuangan benteng pertahanan negara.

Secara simbolik, kedua logo memadukan elemen nilai keagamaan (seperti kitab, bintang, atau nilai spiritual) dengan simbol-simbol persatuan dan kebangsaan.

Baik narasi Kemenag maupun PBNU sama-sama mengusung semangat memperkuat bangsa. Keduanya sepakat bahwa keberadaan santri dan pesantren adalah fondasi penting untuk menjaga keutuhan serta masa depan Indonesia.

Penggunaan Logo

Perbedaan pada logo bukanlah bentuk perpecahan, melainkan pembagian peran. Pada instansi yang berada di naungan Pemerintah penggunaan logo versi Kemenag lebih tepat digunakan karena dapat menjangkau ranah formal-nasional.

Sementara logo yang diterbitkan oleh PBNU digunakan oleh badan otonomi organisasi dan kebutuhan internal dalam rangka mengonsolidasi ranah kultural-pesantren.

Penulis

Suka menulis yang agak serius, tapi kadang receh.

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ilustrasi Doa (Foto: Mindra Purnomo)

    Mengenal Pengarang Doa Kamilin Yang Dibaca Setelah Shalat Tarawih

    • calendar_month Senin, 1 Apr 2024
    • account_circle Ansor Balapulang
    • visibility 361
    • 0Komentar

    Siapa pengarang doa kamilin yang dibaca setelah shalat tarawih? Ada yang khas dari sejumlah Masjid dan Mushala saat Ramadhan. Salah satunya adalah digunakannya ‘Doa Kamilin’ oleh imam atau bilal setelah menyelesaikan shalat tarawih. Lantas, siapakah pengarang dari doa tersebut? Sekadar diketahui bahwa doa yang hampir selalu dibaca oleh umat Islam di Tanah Air ini juga […]

  • NU Online: 22 Tahun Menjadi Lentera Digital bagi Nahdliyin

    NU Online: 22 Tahun Menjadi Lentera Digital bagi Nahdliyin

    • calendar_month Selasa, 15 Jul 2025
    • account_circle Evant Andi
    • visibility 1.083
    • 0Komentar

    Di tengah derasnya arus informasi dan transformasi digital, NU Online telah membuktikan dirinya sebagai media rujukan yang tak tergantikan bagi warga Nahdliyin. Usianya yang ke-22 bukan sekadar angka, melainkan simbol konsistensi dalam menyebarkan nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jama’ah secara moderat, mendalam, dan relevan dengan zaman. Hasan Basri Marwah, dalam tulisannya NU Online dan Transformasi Ritmisnya, […]

  • Bentuk Solidaritas, PAC GP ANSOR Balapulang Kunjungi Anggota BANSER Yang Terkena Musibah

    Bentuk Solidaritas, PAC GP ANSOR Balapulang Kunjungi Anggota BANSER Yang Terkena Musibah

    • calendar_month Senin, 24 Apr 2023
    • account_circle admin
    • visibility 379
    • 0Komentar

    Karangjambu, Ansor Balapulang – Pimpinan Anak Cabang GP ANSOR Balapulang kunjungi salah satu anggota BANSER Ranting Karangjambu yang terkena musibah lemparan oncor saat mengawal pawai obor malam lebaran tahun 2023. Kunjungan tersebut merupakan wujud solidaritas dan merupakan bentuk perhatian Pimpinan Anak Cabang kepada seluruh anggota GP ANSOR dan BANSER yang sedang ditimpa musibah. Kejadian tersebut […]

  • PAC GP Ansor Balapulang Audiensi dengan Camat Balapulang, Bangun Sinergi Kelembagaan

    PAC GP Ansor Balapulang Audiensi dengan Camat Balapulang, Bangun Sinergi Kelembagaan

    • calendar_month Kamis, 3 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 502
    • 0Komentar

    Balapulang, 2 Juli 2025 — Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Balapulang melakukan audiensi resmi dengan Camat Balapulang di Kantor Kecamatan. Kegiatan ini bertujuan membangun komunikasi strategis serta memperkuat sinergi antara GP Ansor dan pemerintah kecamatan dalam mendukung program kepemudaan dan sosial kemasyarakatan. Rombongan pengurus GP Ansor Balapulang yang dipimpin oleh Ketua PAC hadir […]

  • Posko Banser Jadi Garda Terdepan Aksi Kemanusiaan di Jalur Mudik Kecamatan Balapulang photo_camera 3

    Posko Banser Jadi Garda Terdepan Aksi Kemanusiaan di Jalur Mudik Kecamatan Balapulang

    • calendar_month Minggu, 22 Mar 2026
    • account_circle Ansor Balapulang
    • visibility 509
    • 0Komentar

    Balapulang, Ansor Balapulang – Kehadiran Posko Mudik Banser 2026 tidak hanya berfungsi menjaga kelancaran lalu lintas, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam aksi kemanusiaan di sepanjang jalur mudik Kecamatan Balapulang. Hal ini ditegaskan oleh Kepala Satuan Koordinasi Rayon Banser Balapulang, Ali Imron, saat melakukan penjagaan posko di wilayah Balapulang, Kamis (19/3/2026) malam. Dalam tinjauannya, Imron […]

  • Membaca Arah Kaderisasi Perempuan Muda NU dari Balapulang

    Membaca Arah Kaderisasi Perempuan Muda NU dari Balapulang

    • calendar_month Rabu, 30 Sep 2026
    • account_circle Siti Khulasoh, M.Pd
    • visibility 119
    • 0Komentar

    ansorbalapulang.or.id – Kaderisasi dalam organisasi perempuan tidak boleh berhenti sekadar sebagai agenda rutin tahunan atau pemenuhan kualifikasi formal administratif. Di tengah dinamika sosial yang kian kompleks, kaderisasi harus menjadi kawah candradimuka yang melahirkan perempuan muda berilmu, berkarakter, dan siap mengabdi di akar rumput. Semangat inilah yang menjadi benang merah dalam Latihan Kader Dasar (LKD) Fatayat […]

expand_less