Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Menelisik Fenomena Santri Jualan Kalender di Jalanan dan Kiai Pengedar Proposal

Menelisik Fenomena Santri Jualan Kalender di Jalanan dan Kiai Pengedar Proposal

  • account_circle Ahmad Nahrowi
  • calendar_month 5 jam yang lalu
  • visibility 41
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sejak bulan Syawal, terhitung empat kali saya di datangi santri yang jualan Kalender, harganya 20 Ribu, bila dihitung jelas untungnya banyak HPP Kalender paling 3 Ribu, iya saya faham betul kualitas kertasnya, Kang Santri ini ngakunya dapat harga dari kiai segitu dan keuntungannya Untuk Pembangunan Pondok.

Yaps, dari fenomena Santri jualan kalender yang sejak saya kecil sudah ada ini, ada dua masalah yang perlu kita bahas, Pertama kurangnya kreatifitas Jiwa ekonomi pesantren dan Kiai yang ngebet Mbangun Gedung Pesantren.

Kepada Kang-kang yang ngaku jual Kalender itu saya terangkan bahwa kalender di era saat ini tidak menjanjikan, masyarakat sudah pada punya HP bahkan Smartwatch untuk mengecek agenda, Hanya sebagian orang tua yang memakai.

Jadi Masyarakat membeli tidak karena butuh apalagi tertarik dengan barangnya, bagaimana tertarik wong kertasnya saja tipis dan fotonya pondok dan kiai yang bahkan kita tidak kenal sama sekali. Artinya Masyarakat membeli karena iba, kasihan sama Kangnya yang jauh-jauh dari Demak.

Saya dulu juga santri ndalem Kang, tapi caranya menambah ekonomi tidak serta-merta tanpa strategi, saya dan teman-teman dulu jualan buku, jualan makanan, jualan sandangan, jualan jasa setidaknya yang ada nilai untuk masyarakat, kita rembukan secara sungguh kang maka strategi bisnis, tidak sekadar nyari untung dan mengandalkan barokah Iba warga”.

Ucap saya kepada Kang itu. Supaya santri itu juga bisa kritis dan jeli dengan iklim bisnis, bisa study banding ke pesantren lain dan supaya tidak terus-terusan dengan strategi lama yang ‘merepotkan’ warga itu.

Kiai Pengedar Proposal

Dulu, Pesantren merupakan tempat yang prestige, istimewa dan spesial, orang yang Masuk Pesantren berarti orang yang terdidik, open minded dan identik dengan pemuda futuristik. Pengasuhnya pun diluar gaya penampilan yang memang zuhud, apa adanya namun dikenal dengan yadu ulya (suka membantu warga) jauh dari kesan yadu sufla (minta bantuan warga). Bahkan malah sering bagi-bagi hasil panen ke Warga.

Berkembangnya waktu, stereotipe itu luntur antara karena ambisi pribadi atau memang sejo luhur seorang kiai yang ingin menambah ‘duwur’ bangunan Pondok.

Kiai semangat Membangun Pondok

memang baik, tapi yang tidak baik adalah ketika semangatnya itu dibarengi kesana kemari mendekat pejabat, melekat ke pengusaha dengan mengedarkan proposal dan seperti diatas ‘mengeksploitasi’ tenaga santri untuk jualan kalender, tentu ini menurunkan marwah pesantren.

Jelas juga bisa disandera politik, jika ingin turun dana sekian ratus juta, harus milih Calon A, misal. Dibarengi mengondisikan suara alumni dan santri. Heum.

Maksudnya, pimpinan pesantren (Kiai dIl) musti realistis kalau memang belum mampu dan tidak punya dana untuk membangun Pesantren ya jangan memaksa kesana kemari nyari sumbangan, jangan malah memposisikan diri sebagai yadu sufla secara serampangan. Lebih gagah kalau seadanya dulu sambil menyiapkan strategi bisnis jitu untuk mendapatkan dana besar diluar mengedar proposal,

Toh sekarang ada Dirjen Pesantren itu juga bisa menjadi solusi utama menurunkan dana apabila bisnis sudah buntu.

Walhasil, Jangan sampai himmah untuk meninggikan bangunan Pesantren malah dapat menurunkan marwah pesantren. Kita tahu Kalendernya laku karena rasa iba, proposalnya cair karena kedekatan kuasa, tetapi kemandirian ekonominya tak berubah apa-apa.

Jadi di moment hari santri ini, mari berhenti mencetak santri yang berani minta bantuan dan bekali santri dengan memiliki inovasi untuk membuka jalur ekonomi berkemajuan, supaya tak ada lagi santri jualan Kalender di Jalanan dan Kiai yang suka ngedar Proposal. Sekian Wallohu’alam

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ringankan Beban Sesama, PAC GP Ansor Balapulang Salurkan Bantuan dan Bangun Mushola Darurat di Padasari Play Button

    Ringankan Beban Sesama, PAC GP Ansor Balapulang Salurkan Bantuan dan Bangun Mushola Darurat di Padasari

    • calendar_month Jumat, 20 Feb 2026
    • account_circle admin
    • visibility 625
    • 0Komentar

    Balapulang – Sebagai wujud kepedulian dan solidaritas kemanusiaan, Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor Balapulang bergerak cepat menyalurkan bantuan bagi para penyintas bencana tanah longsor dan tanah bergerak di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal pada Minggu (15/2/2026). Aksi kemanusiaan ini melibatkan puluhan anggota Ansor dan Banser yang terjun langsung ke lokasi bencana untuk […]

  • GP Ansor Tegal Gelar Ziarah ke Makam Tokoh dan Sesepuh Kabupaten Tegal dalam Rangka HUT RI ke-80 photo_camera 2

    GP Ansor Tegal Gelar Ziarah ke Makam Tokoh dan Sesepuh Kabupaten Tegal dalam Rangka HUT RI ke-80

    • calendar_month Jumat, 15 Agt 2025
    • account_circle Ansor Balapulang
    • visibility 477
    • 0Komentar

    Balapulang, 15 Agustus 2025 — Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-80, Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Tegal menggelar kegiatan ziarah ke makam pendiri Kabupaten Tegal, Ki Gede Sebayu, yang berlokasi di Desa Danawarih, Kecamatan Balapulang. Kegiatan ini turut diikuti oleh jajaran Pimpinan Anak Cabang GP Ansor Balapulang serta pengurus harian PAC […]

  • Menjawab Panggilan Zaman: Refleksi Pemuda Ansor di HUT RI ke-80

    Menjawab Panggilan Zaman: Refleksi Pemuda Ansor di HUT RI ke-80

    • calendar_month Sabtu, 16 Agt 2025
    • account_circle Z. A. Fikri
    • visibility 839
    • 0Komentar

    Peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia bukan sekadar selebrasi usia. Ia adalah momen refleksi, peneguhan kembali arah perjuangan bangsa, serta evaluasi kritis terhadap janji-janji kemerdekaan. Di tengah kompleksitas zaman, pemuda Indonesia dihadapkan pada tantangan yang tak lagi konvensional: krisis identitas, keterbelahan sosial, kemiskinan digital, degradasi lingkungan, hingga stagnasi kepemimpinan moral. Dalam konteks ini, Gerakan […]

  • Penguatan Amaliyah Aswaja di Era Digital, MWCNU Balapulang Gelar Rutinan Ahad Kliwon di Cenggini

    Penguatan Amaliyah Aswaja di Era Digital, MWCNU Balapulang Gelar Rutinan Ahad Kliwon di Cenggini

    • calendar_month Minggu, 20 Sep 2026
    • account_circle admin
    • visibility 224
    • 0Komentar

    Cenggini, Ansor Balapulang Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Balapulang kembali menggelar kegiatan majelis taklim dan silaturahmi berkala Rutinan Ahad Kliwon. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai langkah konkret dalam memperkuat fondasi amaliyah Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja) bagi warga Nahdliyin di tengah pesatnya arus informasi dan tantangan globalisasi media sosial. Acara yang penuh kekhusyukan tersebut dipusatkan […]

  • Gowes Bareng Bupati, Ketua PC GP Ansor Kabupaten Tegal: Momentum Soliditas dan Semangat Baru Kader Ansor photo_camera 6

    Gowes Bareng Bupati, Ketua PC GP Ansor Kabupaten Tegal: Momentum Soliditas dan Semangat Baru Kader Ansor

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle Ansor Balapulang
    • visibility 972
    • 0Komentar

    Ansor Balapulang – Kegiatan “Ansor Banser Gowes Bareng Bupati” yang digelar oleh Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor Kabupaten Tegal pada Minggu (27/7/2025) menjadi momentum penting bagi PAC GP Ansor Balapulang. Selain mempererat solidaritas antarkader, kegiatan ini juga menjadi ajang membangun budaya hidup sehat dan memperkuat konsolidasi organisasi menjelang pelantikan kepengurusan baru. Rute gowes yang dimulai […]

  • Ketua PAC GP Ansor Balapulang Minta Kader yang Dilantik Jadi Anggota BPD Amalkan Filosofi ‘Penolong’

    Ketua PAC GP Ansor Balapulang Minta Kader yang Dilantik Jadi Anggota BPD Amalkan Filosofi ‘Penolong’

    • calendar_month Senin, 19 Okt 2026
    • account_circle admin
    • visibility 121
    • 0Komentar

    BALAPULANG – Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor (PAC GP Ansor) Kecamatan Balapulang menyampaikan ucapan selamat dan sukses atas pelantikan 120 anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) se-Kecamatan Balapulang yang digelar pada Senin (19/10/2026) di Pendopo Amangkurat Pemda Kabupaten Tegal. Secara khusus, Ketua PAC GP Ansor Balapulang, Evant Andi Aenurohman, memberikan pesan moral sekaligus penegasan tugas […]

expand_less