Membuka Pintu, Mendekatkan Jarak: Ansor dan Anak Muda
- account_circle Umu Habibah
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 14
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional, PAC Ansor Balapulang menyelenggarkan Ansor Championship dengan mengadakan sejumlah perlombaan seperti catur, Mobile Legends, dan futsal. Dimulai pada Sabtu, 24 Oktober 2026, di Gedung MWC NU Balapulang, kegiatan berlangsung semarak.
Melalui Saluran WhatsApp PAC GP Ansor Balapulang, saya menyaksikan antusiasme sekaligus keberagamaan dalam kegiatan tersebut yang terasa hangat. Dari latar belakang yang tidak saling kenaldan umur yang berbeda, mereka berinteraksi, tertawa dan menemukan ruang perjumpaan.
Sebagai organisasi dengan identitas keagamaan serta tradisi organisasi yang kuat, keberadaanAnsor dan NU belum tentu akrab bagi setiap kalangan, terutama anak muda yang belum banyak bersentuhan dengan aktivitas organisasi.
Karena itu, persoalannya tidak selalu tentang bagaimana membuat orang menerima organisasi ini, tetapi juga tentang bagaimana membuka kesempatan agar orang lain mengenalnya secara langsung.
Hadir dengan kegiatan yang cenderung dekat dengan kehidupan masyarakat ternyata bisa menjadi medium untuk mempertemukan organisasi dengan kelompok yang selama ini belum bersentuhan dengannya.
Catur, Mobile Legends, dan futsal, mungkin tampak sebagai kegiatan sederhana. Namun, lewat kegiatan tersebut, jembatan terbentuk. Sebab, tidak semua perjumpaan harus dimulai dengan kesamaan identitas atau pemahaman. Terkadang, kesamaan minat saja sudah cukup untuk membuka pintu.
Mereka tidak hanya datang, bercanda, dan menikmati kebersamaan dalam minat yang sama, tapi juga mengenal Ansor dan NU sebagai wadah yang mempertemukan mereka. Sekaligus, merasakan pengalaman di gedung MWC NU yang selama ini mungkin hanya mereka lewati begitu saja, sebagairuang pertemuan yang menghadirkan kenangan tersendiri.
Di sinilah organisasi tidak sekedar memperkenalkan dirinya, tetapi juga memberikan kesempatan kepada orang lain untuk mengalami sendiri interaksi di dalamnya.
Seperti yang disampaikan oleh salah satu peserta di grup peserta lomba setelah berakhirnya kegiatan, selain ucapan terima kasih, ia juga menyampaikan kesan mendalam tentang kegiatan ini,
“Kami dari latar belakang yang berbeda namun bisa bersilaturahmi, tertawa, tersenyum, ngopi dan udud bareng di gedung NU. Itulah hebatnya NU. Mudah-mudahan ke depannya bisa diadakan lomba catur lagi. ”
Selain itu, ada pesan mendalam yang disampaikan oleh Ketua PAC Ansor demisioner, “.. sebenarnya saya punya keinginan bikin kegiatan begini dulu, tapi tidak kesampaian.”
Artinya, kegiatan ini punya tempat di sebagian hati peserta maupun kalangan di dalam lingkungan Ansor dan NU itu sendiri.
Tantangan selanjutnya adalah menjaga agar pintu yang sudah terbuka tetap diketuk kembali. Barangkali, sebuah organisasi tidak sedang kehilangan kekhasannya ketika membuka pintu bagi lebih banyak orang. Justru, ia sedang menemukan cara agar identitas dan nilai-nilai yang dijaganya dapat berjumpa dengan kehidupan masyarakat yang lebih luas.
Kegiatan ini dapat menjadi inspirasi bagi pengurus untuk terus mengembangkan aktivitas yang relevan dengan kehidupan masyarakat. Ke depan, mungkin ruang perjumpaan dapat dibangun melalui kegiatan olahraga, seni, kompetisi, sosial, maupun aktivitas lain yang diminati anak muda.
Islam adalah rahmatan lil ‘alamin, yang nilai-nilainya tidak hanya disampaikan melalui lisan, tetapi juga dihadirkan melalui perilaku dan pengalaman nyata. Barangkali, nilai-nilai itulah yang ingin dihadirkan dalam kegiatan ini.
Sebagaimana Sunan Kalijaga dengan wayang dan tembang Jawa-nya yang dekat dengan masyarakat, catur, Mobile Legends, dan futsal barangkali bisa menjadi nilai medium yang akrab bagi anak muda.
Sebab, terkadang, orang tidak perlu mendengar penjelasan panjang lebar untuk mengenal sebuah nilai; cukup merasakan bagaimana nilai itu dihidupkan.
Terakhir, seperti harapan yang disampaikan salah satu peserta,
“Semoga PAC Ansor Balapulang dan NU berkah dan sukses selalu. Aamiin.”
Amiin ya rabbal ‘aalamiin..






- Penulis: Umu Habibah





