Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Jangan Salahkan Mbah Google

Jangan Salahkan Mbah Google

  • account_circle Evant Andi
  • calendar_month Jumat, 10 Mar 2023
  • visibility 147
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

ANSORBALAPULANG.OR.IDGoogle merupakan salah satu mesin pencari yang paling populer digunakan oleh masyarakat di antara mesin pencari lainnya. Bahkan karena kepiawaiannya menjawab berbagai macam pertanyaan sampai-sampai dijuluki ‘simbah’ oleh kalangan pemuda jaman sekarang.

Bagi orang yang lebih dahulu mengenal internet, tentu sudah tidak asing dengan istilah search engine atau alat mesin pencari. Selain google, alat pencari yang tersedia kala itu sangat beragam. Mulai dari Yahoo! Search, Bing, Ask, Yandex, Wiki dan lain sebagainya.

Karena pengguna internet saat ini mayoritas melalui smartphone android, yang mana android merupakan salah satu produk dari perusahaan Google, maka segala macam aktivitas pencarian kita disediakan oleh perusahaan tersebut.

Bukan hanya pertanyaan yang sifatnya akademik, Google sendiri mendesain alat pencarinya sedekat mungkin dengan para penggunanya. Bahkan, dengan berkembangnya kecerdasan buatan saat ini, berbagai macam pertanyaan konyol pun mampu dijawab oleh mesin pencari tersebut.

tampilan asisten google saat menerima perintahkan

Silakan saja tahan tombol Home di smartphone android yang kalian gunakan dan tanyakan hal apa pun, kecerdasan buatan yang ditanamkan dalam mesin pencari google tersebut akan menjawab dengan mudah selama terkoneksi dengan internet.

Mudahnya penggunaan dan cepatnya jawaban yang ditampilkan, menjadikan google sebagai mesin pencari populer di dunia. Selain itu, Google juga memiliki lebih banyak fitur dibanding para pesaingnya. Tak heran, lebih dari 90 persen pengguna mempercayakan jawaban atas apa yang mereka cari kepada Google.

Seperti yang telah diulas sebelumnya, Google saat ini mampu menjawab berbagai pertanyaan yang dilayangkan kepadanya. Bahkan, para akademisi atau santri sekalipun, sering menggunakan alat mesin pencari tersebut untuk mencari referensi atau jawaban atas pertanyaan yang muncul di pikirannya.

Penulis sendiri mengamati, ada dua kubu dalam merespon penggunaan alat pencari tersebut. Bagi yang sudah melek teknologi, penggunaan Google sebagai alat bantu pencarian sangat memudahkan tugasnya manakala ada hal cepat yang ingin ia ketahui atau ingat kembali. Tetapi sebaliknya, bagi akademisi atau santri tulen (tidak selalu juga), bertanya atau mencari jawaban, harus kepada ahlinya. Entah itu bersumber dari buku, kitab, dosen, atau bahkan kiyai sekalipun. Padahal, tak sedikit kiyai saat ini juga mempercayakan pilihan jawaban kepada Mbah Google.

Yang perlu diingat di sini, penggunaan mesin pencari tersebut, sama halnya dengan seseorang yang masuk ke dalam ruang perpustakaan yang di dalamnya terdapat berbagai macam sumber referensi jawaban. Kualitas dan kebenaran jawaban tergantung kemampuan dan pengetahuan dari orangnya. Perpustakaan hanya menyediakan pilihan jawaban atas apa yang mereka cari. Atau seseorang yang sedang mencari jawaban atas suatu pertanyaan, terdapat berbagai macam pilihan dosen atau kiyai yang akan menjawab. Tergantung mana dan ke mana yang akan dipilih sebagai sumber atas pertanyaan yang kita butuh kan.

Artinya, penting sekali mengetahui dasar ilmu pengetahuannya terlebih dahulu. Bagi penulis, tidak masalah mencari sumber referensi melalui mesin pencari Google. Asalkan kita tahu sumber yang kita baca, itu bisa kita jadikan rujukan dalam mengambil sikap, atau menentukan solusi suatu masalah. Toh banyak kiyai yang mendorong para da’i muda untuk mempublikasikan karyanya di internet. Juga mengunggah kitab-kitab konvensional yang sering menjadi rujukan supaya bisa dinikmati oleh mereka yang tidak mempunyai versi cetaknya.

Kembali lagi ke awal. Jangan salahkan Mbah Google yang menyodorkan jawaban. Melainkan, perbaiki kualitas baca kita agar tidak mudah dan salah menentukan sumber referensi yang akan kita gunakan.

Salam literasi.

Tags

Penulis

Suka menulis yang agak serius, juga penikmat sunyi.

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dalam Rangka 100 Hari Kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Tegal, Badan Kesbangpol Kabupaten Tegal Gelar Sosialisasi Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba Bersama Banom NU se Kabupaten Tegal.

    Dalam Rangka 100 Hari Kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Tegal, Badan Kesbangpol Kabupaten Tegal Gelar Sosialisasi Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba Bersama Banom NU se Kabupaten Tegal.

    • calendar_month Rabu, 28 Mei 2025
    • account_circle admin
    • visibility 316
    • 0Komentar

    Slawi, Ansor Balapulang – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Tegal menggelar acara Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di Hotel Grand Dian Slawi pada Rabu, 28 Mei 2025. Acara tersebut dihadiri Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman dan diikuti oleh Badan Otonom (Banom) Nahdlatul Ulama; Fatayat NU, Ansor, IPNU, dan IPPNU, […]

  • Gowes Bareng Bupati, Ketua PC GP Ansor Kabupaten Tegal: Momentum Soliditas dan Semangat Baru Kader Ansor photo_camera 6

    Gowes Bareng Bupati, Ketua PC GP Ansor Kabupaten Tegal: Momentum Soliditas dan Semangat Baru Kader Ansor

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle Ansor Balapulang
    • visibility 594
    • 0Komentar

    Ansor Balapulang – Kegiatan “Ansor Banser Gowes Bareng Bupati” yang digelar oleh Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor Kabupaten Tegal pada Minggu (27/7/2025) menjadi momentum penting bagi PAC GP Ansor Balapulang. Selain mempererat solidaritas antarkader, kegiatan ini juga menjadi ajang membangun budaya hidup sehat dan memperkuat konsolidasi organisasi menjelang pelantikan kepengurusan baru. Rute gowes yang dimulai […]

  • Makna dan Filosofi Hari Santri 2025

    Makna dan Filosofi Hari Santri 2025

    • calendar_month Kamis, 2 Okt 2025
    • account_circle Ansor Balapulang
    • visibility 370
    • 0Komentar

    Balapulang – Kementerian Agama Republik Indonesia secara resmi merilis logo Hari Santri 2025 melalui acara Ithlaq (peluncuran) yang digelar di Pesantren Tebuireng, Jombang, pada Senin (22/9/2025). Logo bertajuk “Pita Cakrawala” ini menjadi representasi filosofis tentang santri sebagai kekuatan pemersatu bangsa sekaligus pembawa visi peradaban dunia. “Dari perjalanan sejarah perjuangan hingga tantangan masa kini. Santri selalu […]

  • Review Buku: Ikhtisar Sejarah Nahdlatul Ulama 1344 H/1926 M

    Review Buku: Ikhtisar Sejarah Nahdlatul Ulama 1344 H/1926 M

    • calendar_month Sabtu, 9 Sep 2023
    • account_circle Evant Andi
    • visibility 391
    • 2Komentar

    Buku mungil yang diterbitkan oleh LTN NU ini bercerita secara lugas tentang bagaimana proses lahirnya Nahdlatul Ulama. Mulai sejak pra-kondisi lahirnya NU (1914); tonggak sejarah lahirnya NU (1926); hingga pasca lahirnya NU (1945). Sesuai yang tersemat di awal judul, ‘ikhtisar’ yang dimaksud di sini terinspirasi dari kitab-kitab mainstream yang kita kenal di pesantren, seperti Mukhtashar […]

  • Ilustrasi Doa (Foto: Mindra Purnomo)

    Mengenal Pengarang Doa Kamilin Yang Dibaca Setelah Shalat Tarawih

    • calendar_month Senin, 1 Apr 2024
    • account_circle Ansor Balapulang
    • visibility 139
    • 0Komentar

    Siapa pengarang doa kamilin yang dibaca setelah shalat tarawih? Ada yang khas dari sejumlah Masjid dan Mushala saat Ramadhan. Salah satunya adalah digunakannya ‘Doa Kamilin’ oleh imam atau bilal setelah menyelesaikan shalat tarawih. Lantas, siapakah pengarang dari doa tersebut? Sekadar diketahui bahwa doa yang hampir selalu dibaca oleh umat Islam di Tanah Air ini juga […]

  • Akun Instansi Bukan Panggung Seremoni

    Akun Instansi Bukan Panggung Seremoni

    • calendar_month Selasa, 30 Des 2025
    • account_circle Evant Andi
    • visibility 226
    • 0Komentar

    Dalam konteks budaya Indonesia, penghormatan kepada atasan serta ungkapan empati pada saat berduka merupakan hal yang wajar dan dianggap sebagai bagian dari tata krama. Namun, ketika ekspresi tersebut dipublikasikan melalui akun resmi lembaga, muncul pertanyaan mendasar: apakah konten tersebut ditujukan untuk kepentingan masyarakat, atau sekadar untuk kepentingan pejabat? Belakangan fenomena terkait akun resmi instansi pemerintah […]

expand_less