Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » KeNUan » Mengenal Gus Kikin, Nahkoda Baru PBNU 2026-2031

Mengenal Gus Kikin, Nahkoda Baru PBNU 2026-2031

  • account_circle Rosadi Jamani
  • calendar_month Selasa, 1 Sep 2026
  • visibility 205
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Akhirnya, klimak Muktamar NU tercapai. Seperti banyak diprediksi nahdliyin, Gus Kikin terpilih sebagai Ketua Umum PBNU. Sembilan kiyai sepuh dalam AHWA sepakat memilih cicit KH Hasyim Asy’ari ini. Simak narasinya sambil seruput Koptagul, wak!

Sebuah kapal raksasa bernama Nahdlatul Ulama sedang berlayar. Penumpangnya jutaan. Ombaknya bernama zaman. Kadang tenang, kadang menggulung seperti utang akhir bulan. Lalu siapa yang dipercaya memegang kemudi?

Bukan jenderal. Bukan politisi. Bukan menteri. Seorang mantan pelaut. Namanya KH Abdul Hakim Mahfudz alias Gus Kikin. Dalam klimaks Muktamar ke-35 NU di Jombang, Gus Kikin akhirnya terpilih sebagai Ketua Umum PBNU masa khidmah 2026–2031 dengan 472 suara.

Ini menarik. Sebab perjalanan Gus Kikin menuju kursi Ketum PBNU bukan cerita tentang seseorang sejak kecil bercita-cita menjadi penguasa organisasi. Ia justru pernah menjadi orang benar-benar hidup di atas kapal.

Lahir di Jombang pada 17 Agustus 1958, Gus Kikin merupakan putra KH Mahfudz Anwar dan Nyai Hj Abidah Ma’shum. Dari jalur ibunya, mengalir darah keluarga KH Hasyim Asy’ari, pendiri NU.

Cicit pendiri NU? Iya. Namun silsilah itu tidak membuatnya memilih duduk manis di kursi kehormatan. Ia malah berlayar. Berbulan-bulan berada di tengah samudra, membelah ombak, mencium asin laut, dan merasakan kerasnya kehidupan pelayaran. Ia kemudian dipercaya menjadi Kepala Cabang Cilegon dan Pimpinan Harian Cabang Medan PT Djakarta Lloyd.

Dari geladak kapal, ia kemudian pindah ke dunia bisnis. Gus Kikin menjadi pengusaha minyak dan gas bumi melalui PT Energi Mineral Langgeng yang mengelola South East Madura Block.

So, ini kiai yang CV-nya lumayan bikin orang garuk-garuk kepala. Santri iya. Pengusaha iya. Pelaut iya. Cicit muassis NU iya. Kalau dibuat kartu nama, mungkin perlu ukuran kalender.

Ia juga meraih gelar Sarjana Ilmu Komunikasi dari Universitas Terbuka (UT). Mantap ni alumni UT. Namun perjalanan Gus Kikin di NU justru terkenal tidak berisik.

Ia pernah menjadi Wakil Ketua PWNU Jawa Timur selama 14 tahun. Kemudian menjadi Penjabat Ketua PWNU Jawa Timur dan terpilih definitif melalui Konferwil XVIII.

Empat belas tahun itu bukan waktu sebentar. Dalam politik nasional, 14 tahun cukup untuk mendirikan partai, pindah partai, mendirikan partai baru, lalu kembali ke partai pertama.

Gus Kikin? Tetap bekerja. Tidak banyak gaduh. Tidak banyak koar-koar. Tahu-tahu sekarang sudah memegang kemudi NU. Kemenangan 472 suara membuat ceritanya semakin menarik. Suara itu menjadi faktor utama yang membuat AHWA memilihnya.

Visi Gus Kikin pun banyak berbicara tentang kembali kepada akar perjuangan NU. Ia ingin Qanun Asasi yang dirumuskan KH Hasyim Asy’ari kembali menjadi pedoman penting organisasi.

Pesannya sederhana. NU jangan sampai lupa rumahnya sendiri hanya karena terlalu sibuk bertamu ke rumah kekuasaan.

Ia juga membawa agenda ekonomi dan kewirausahaan. Warga NU tidak cukup hanya pintar mengaji, tetapi juga harus mampu membangun usaha. UMKM harus bergerak. Santri harus mampu menciptakan lapangan kerja.

Gus Kikin kini bukan lagi calon. Bukan lagi rival. Ia nahkoda. Fakta integritas yang ditandatanganinya di hadapan muktamirin menjadi semacam garis start baru. Dari laut ia belajar menghadapi badai. Dari pesantren ia belajar kesabaran. Dari bisnis ia belajar menghitung. Dari NU ia akan belajar, mengemudikan kapal raksasa jauh lebih sulit dari sekadar memenangkan perlombaan.

Selamat, Gus Kikin. Selamat menahkodai NU. Semoga kapal besar ini tidak karam gara-gara terlalu banyak orang berebut menjadi kapten. Sebab sekarang kaptennya sudah jelas. Tinggal kita lihat, apakah kapal ini akan berlayar tenang, atau ombak politik kembali bikin seluruh penumpang mabuk laut.

  • Penulis: Rosadi Jamani
  • Editor: AB

Rekomendasi Untuk Anda

  • Satu Dekade Hari Santri: Kemenag Siapkan Wajah Modern dan Inovasi Digital Pesantren

    Satu Dekade Hari Santri: Kemenag Siapkan Wajah Modern dan Inovasi Digital Pesantren

    • calendar_month Rabu, 23 Sep 2026
    • account_circle admin
    • visibility 194
    • 0Komentar

    Balapulang, Ansor Balapulang Peringatan Hari Santri 2026 menjadi tonggak bersejarah penanda satu dekade pengakuan peran santri bagi bangsa sejak pertama kali ditetapkan pada 2016. Menyambut momentum 10 tahun ini, Kementerian Agama (Kemenag) bersiap menampilkan transformasi pesantren yang tidak hanya kokoh menjaga tradisi, tetapi juga adaptif terhadap inovasi digital dan kemandirian ekonomi. Direktur Pesantren Kemenag Basnang […]

  • Perbedaan Nuzulul Qur’an dan Lailatul Qadar

    Perbedaan Nuzulul Qur’an dan Lailatul Qadar

    • calendar_month Jumat, 7 Apr 2023
    • account_circle admin
    • visibility 367
    • 0Komentar

    Nuzulul Qur’an adalah waktu di mana Al-Qur’an pertama kali diturunkan. Di Indonesia lazim diperingati setiap tanggal 17 Ramadhan, umumnya di malam hari. Hampir di seluruh tempat di Nusantara mengadakan seremoni layaknya memperingati Maulid Nabi, Isra Mi’raj dan hari besar lainnya. Banyak cara masyarakat mengisi acara Nuzulul Qur’an, mulai dari tumpengan, pengajian, istighotsah, tahlil, khataman Al-Qur’an, […]

  • Silaturahmi Perdana, PAC GP Ansor Balapulang Samakan Visi Calon Pengurus

    Silaturahmi Perdana, PAC GP Ansor Balapulang Samakan Visi Calon Pengurus

    • calendar_month Selasa, 24 Jun 2025
    • account_circle Ansor Balapulang
    • visibility 838
    • 0Komentar

    Ansor Balapulang – Rapat perdana calon pengurus harian Pimpinan Anak Cabang GP Ansor Balapulang hasil tim formatur Masa Khidmat 2025-2028 dikemas dengan silaturahmi dilaksanakan di rumah Sahabat Evant, selaku ketua mandataris PAC GP Ansor Balapulang pada Senin, 23 Juni 2025. Saat memberikan sambutan, Evant mengatakan kepada calon pengurus harian PAC GP Ansor Balapulang Masa Khidmat […]

  • NU Online: 22 Tahun Menjadi Lentera Digital bagi Nahdliyin

    NU Online: 22 Tahun Menjadi Lentera Digital bagi Nahdliyin

    • calendar_month Selasa, 15 Jul 2025
    • account_circle Evant Andi
    • visibility 1.109
    • 0Komentar

    Di tengah derasnya arus informasi dan transformasi digital, NU Online telah membuktikan dirinya sebagai media rujukan yang tak tergantikan bagi warga Nahdliyin. Usianya yang ke-22 bukan sekadar angka, melainkan simbol konsistensi dalam menyebarkan nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jama’ah secara moderat, mendalam, dan relevan dengan zaman. Hasan Basri Marwah, dalam tulisannya NU Online dan Transformasi Ritmisnya, […]

  • Ilustrasi Doa (Foto: Mindra Purnomo)

    Mengenal Pengarang Doa Kamilin Yang Dibaca Setelah Shalat Tarawih

    • calendar_month Senin, 1 Apr 2024
    • account_circle Ansor Balapulang
    • visibility 390
    • 0Komentar

    Siapa pengarang doa kamilin yang dibaca setelah shalat tarawih? Ada yang khas dari sejumlah Masjid dan Mushala saat Ramadhan. Salah satunya adalah digunakannya ‘Doa Kamilin’ oleh imam atau bilal setelah menyelesaikan shalat tarawih. Lantas, siapakah pengarang dari doa tersebut? Sekadar diketahui bahwa doa yang hampir selalu dibaca oleh umat Islam di Tanah Air ini juga […]

  • Jangan Salahkan Mbah Google

    Jangan Salahkan Mbah Google

    • calendar_month Jumat, 10 Mar 2023
    • account_circle Evant Andi
    • visibility 460
    • 3Komentar

    ANSORBALAPULANG.OR.ID – Google merupakan salah satu mesin pencari yang paling populer digunakan oleh masyarakat di antara mesin pencari lainnya. Bahkan karena kepiawaiannya menjawab berbagai macam pertanyaan sampai-sampai dijuluki ‘simbah’ oleh kalangan pemuda jaman sekarang. Bagi orang yang lebih dahulu mengenal internet, tentu sudah tidak asing dengan istilah search engine atau alat mesin pencari. Selain google, […]

expand_less