Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » KeNUan » NU Bukan Alat Politik, Melainkan Rumah Khidmat Umat

NU Bukan Alat Politik, Melainkan Rumah Khidmat Umat

  • account_circle Mustofa Mi'roj
  • calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
  • visibility 193
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Danawarih, Ansor Balapulang

Di tengah semakin kaburnya batas antara pengabdian dan kepentingan, Nahdlatul Ulama kembali diuji untuk setia pada jati dirinya. NU lahir bukan untuk menjadi kendaraan politik praktis, apalagi alat legitimasi kekuasaan. NU didirikan sebagai jam’iyah diniyah ijtima’iyah yang tugas utamanya adalah melayani umat. Ruh inilah yang harus ditegaskan kembali dalam Konferensi MWCNU Balapulang 2026.

Realitas hari ini menunjukkan adanya kecenderungan sebagian elit yang menyeret simbol dan struktur NU ke arena politik praktis. Akibatnya, NU berisiko kehilangan posisi moralnya sebagai penyangga umat dan peneduh sosial. Ketika NU terlalu dekat dengan politik kekuasaan, kepercayaan warga menjadi taruhan. Politik selalu berubah arah, tetapi umat membutuhkan kepastian pendampingan yang berkelanjutan.

Bukan berarti NU harus alergi terhadap politik. Sejarah mencatat NU memiliki kontribusi besar dalam perjalanan bangsa. Namun, keterlibatan tersebut selalu diletakkan dalam kerangka kebangsaan dan kemaslahatan, bukan transaksional dan pragmatis. NU kuat justru ketika menjaga jarak yang sehat dari tarik-menarik kepentingan, sehingga mampu berbicara lantang atas nama umat, bukan atas nama kekuasaan.

Membumikan kembali fungsi khidmat berarti mengembalikan NU ke ruang-ruang pengabdian nyata: pendidikan keagamaan yang membumi, pemberdayaan ekonomi warga, penguatan akhlak sosial, serta menjaga harmoni di tengah masyarakat yang kian terbelah. Di tingkat lokal seperti Balapulang, NU harus hadir sebagai solusi, bukan sekadar simbol atau alat mobilisasi.

Konferensi MWCNU Balapulang 2026 tidak boleh terjebak dalam rutinitas organisatoris semata. Ia harus menjadi momentum koreksi arah dan keberanian bersikap. Siapa pun yang terpilih memimpin, harus jelas orientasinya: melayani umat, bukan mengamankan kepentingan politik. Jika konferensi gagal menegaskan sikap ini, maka NU hanya akan menjadi nama besar tanpa daya ubah.

NU akan tetap besar selama ia berdiri bersama umat, bukan di atas umat. Selama khidmat menjadi napas perjuangan, NU tidak akan kehilangan arah. Namun ketika politik praktis dijadikan tujuan, NU perlahan akan kehilangan ruhnya. Konferensi MWCNU Balapulang 2026 adalah titik penting untuk memilih: menjaga marwah khidmat, atau larut dalam pragmatisme. Wallohu a’lam ..

  • Penulis: Mustofa Mi'roj
  • Editor: Ammar

Rekomendasi Untuk Anda

  • Berkibarnya Jolly Roger, Metafora Ketidakpuasan Publik

    Berkibarnya Jolly Roger, Metafora Ketidakpuasan Publik

    • calendar_month Minggu, 3 Agt 2025
    • account_circle Evant Andi
    • visibility 713
    • 0Komentar

    Terdapat sebuah pemandangan yang kontras muncul di permulaan bulan kemerdekaan Republik ini. Para supir truk yang biasanya mengibarkan bendera merah putih di tiang atau besi penyangga spion truknya setiap menyambut bulan Agustus, tahun ini memutuskan untuk tidak mengibarkannya. Mereka memprotes kebijakan penegakan aturan ODOL (Over Dimension Over Load) yang terasa timpang. Supir yang hanya menjalankan […]

  • Rapat Kerja Pengurus Harian PAC GP Ansor Balapulang Dikemas dengan Retreat dan Makrab Play Button photo_camera 5

    Rapat Kerja Pengurus Harian PAC GP Ansor Balapulang Dikemas dengan Retreat dan Makrab

    • calendar_month Senin, 22 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 141
    • 0Komentar

    Ansor Balapulang – Pengurus Harian PAC GP Ansor Balapulang menggelar rapat kerja yang dikemas dalam suasana retreat dan malam keakraban (makrab) di Villa Darul Furqon, kawasan wisata Guci, Tegal. Acara ini dihadiri oleh seluruh jajaran pengurus harian dan berlangsung penuh semangat kebersamaan (Guci, 30 November 2025). Acara dibuka dengan sholat berjamaah, tahlil, dan doa bersama […]

  • Bentuk Solidaritas, PAC GP ANSOR Balapulang Kunjungi Anggota BANSER Yang Terkena Musibah

    Bentuk Solidaritas, PAC GP ANSOR Balapulang Kunjungi Anggota BANSER Yang Terkena Musibah

    • calendar_month Senin, 24 Apr 2023
    • account_circle admin
    • visibility 137
    • 0Komentar

    Karangjambu, Ansor Balapulang – Pimpinan Anak Cabang GP ANSOR Balapulang kunjungi salah satu anggota BANSER Ranting Karangjambu yang terkena musibah lemparan oncor saat mengawal pawai obor malam lebaran tahun 2023. Kunjungan tersebut merupakan wujud solidaritas dan merupakan bentuk perhatian Pimpinan Anak Cabang kepada seluruh anggota GP ANSOR dan BANSER yang sedang ditimpa musibah. Kejadian tersebut […]

  • Pemuda Ansor Menolak Anarkisme, Mengawal Aspirasi

    Pemuda Ansor Menolak Anarkisme, Mengawal Aspirasi

    • calendar_month Selasa, 2 Sep 2025
    • account_circle Laler Ijo
    • visibility 422
    • 0Komentar

    Delapan puluh tahun merdeka adalah capaian sejarah besar bangsa Indonesia. Namun, usia yang matang ini tidak serta-merta menghadirkan keadaan bangsa yang sepenuhnya stabil. Justru setelah gegap gempita perayaan HUT ke-80, kita dihadapkan pada kenyataan bahwa ketidakpuasan rakyat terhadap jalannya pemerintahan masih kerap mengemuka. Gelombang demonstrasi yang mengusung “17+8 Tuntutan Rakyat” menjadi bukti bahwa masih ada […]

  • Menjawab Tantangan Zaman: Ketahanan Pangan dalam Perspektif Pemuda Ansor

    Menjawab Tantangan Zaman: Ketahanan Pangan dalam Perspektif Pemuda Ansor

    • calendar_month Sabtu, 12 Jul 2025
    • account_circle Z. A. Fikri
    • visibility 234
    • 0Komentar

    Ketahanan pangan bukan lagi isu sektoral yang hanya menjadi tanggung jawab kementerian atau petani semata. Ia telah menjelma menjadi tantangan strategis bangsa, yang menentukan kualitas hidup, stabilitas sosial, hingga kedaulatan negara. Dalam konteks ini, kehadiran organisasi kepemudaan seperti Gerakan Pemuda Ansor tidak boleh bersifat pasif. Ketahanan pangan harus dipandang sebagai ladang jihad sosial yang menuntut […]

  • Akun Instansi Bukan Panggung Seremoni

    Akun Instansi Bukan Panggung Seremoni

    • calendar_month Selasa, 30 Des 2025
    • account_circle Evant Andi
    • visibility 226
    • 0Komentar

    Dalam konteks budaya Indonesia, penghormatan kepada atasan serta ungkapan empati pada saat berduka merupakan hal yang wajar dan dianggap sebagai bagian dari tata krama. Namun, ketika ekspresi tersebut dipublikasikan melalui akun resmi lembaga, muncul pertanyaan mendasar: apakah konten tersebut ditujukan untuk kepentingan masyarakat, atau sekadar untuk kepentingan pejabat? Belakangan fenomena terkait akun resmi instansi pemerintah […]

expand_less