Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » KeNUan » NU Bukan Alat Politik, Melainkan Rumah Khidmat Umat

NU Bukan Alat Politik, Melainkan Rumah Khidmat Umat

  • account_circle Mustofa Mi'roj
  • calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
  • visibility 548
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ansor Balapulang

Di tengah semakin kaburnya batas antara pengabdian dan kepentingan, Nahdlatul Ulama kembali diuji untuk setia pada jati dirinya. NU lahir bukan untuk menjadi kendaraan politik praktis, apalagi alat legitimasi kekuasaan. NU didirikan sebagai jam’iyah diniyah ijtima’iyah yang tugas utamanya adalah melayani umat. Ruh inilah yang harus ditegaskan kembali dalam Konferensi MWCNU Balapulang 2026.

Realitas hari ini menunjukkan adanya kecenderungan sebagian elit yang menyeret simbol dan struktur NU ke arena politik praktis. Akibatnya, NU berisiko kehilangan posisi moralnya sebagai penyangga umat dan peneduh sosial. Ketika NU terlalu dekat dengan politik kekuasaan, kepercayaan warga menjadi taruhan. Politik selalu berubah arah, tetapi umat membutuhkan kepastian pendampingan yang berkelanjutan.

Bukan berarti NU harus alergi terhadap politik. Sejarah mencatat NU memiliki kontribusi besar dalam perjalanan bangsa. Namun, keterlibatan tersebut selalu diletakkan dalam kerangka kebangsaan dan kemaslahatan, bukan transaksional dan pragmatis. NU kuat justru ketika menjaga jarak yang sehat dari tarik-menarik kepentingan, sehingga mampu berbicara lantang atas nama umat, bukan atas nama kekuasaan.

Membumikan kembali fungsi khidmat berarti mengembalikan NU ke ruang-ruang pengabdian nyata: pendidikan keagamaan yang membumi, pemberdayaan ekonomi warga, penguatan akhlak sosial, serta menjaga harmoni di tengah masyarakat yang kian terbelah. Di tingkat lokal seperti Balapulang, NU harus hadir sebagai solusi, bukan sekadar simbol atau alat mobilisasi.

Konferensi MWCNU Balapulang 2026 tidak boleh terjebak dalam rutinitas organisatoris semata. Ia harus menjadi momentum koreksi arah dan keberanian bersikap. Siapa pun yang terpilih memimpin, harus jelas orientasinya: melayani umat, bukan mengamankan kepentingan politik. Jika konferensi gagal menegaskan sikap ini, maka NU hanya akan menjadi nama besar tanpa daya ubah.

NU akan tetap besar selama ia berdiri bersama umat, bukan di atas umat. Selama khidmat menjadi napas perjuangan, NU tidak akan kehilangan arah. Namun ketika politik praktis dijadikan tujuan, NU perlahan akan kehilangan ruhnya. Konferensi MWCNU Balapulang 2026 adalah titik penting untuk memilih: menjaga marwah khidmat, atau larut dalam pragmatisme. Wallohu a’lam ..

  • Penulis: Mustofa Mi'roj
  • Editor: Ammar

Rekomendasi Untuk Anda

  • Turnamen Minisoccer Ansor Cup Meriahkan Harlah GP Ansor ke-92

    Turnamen Minisoccer Ansor Cup Meriahkan Harlah GP Ansor ke-92

    • calendar_month Senin, 11 Mei 2026
    • account_circle Ansor Balapulang
    • visibility 336
    • 0Komentar

    Ansor Balapulang – Dalam rangka memperingati Hari Lahir GP Ansor ke-92, PC GP Ansor Kabupaten Tegal menggelar Turnamen Minisoccer Ansor Cup di lapangan Naga Soccer, Trayeman Slawi. Ajang olahraga ini menjadi wadah kebersamaan sekaligus semangat juang kader Ansor dalam mempererat tali persaudaraan. Turnamen mini soccer diikuti oleh 18 tim dari Pimpinan Anak Cabang (PAC) se-Kabupaten […]

  • PAC GP ANSOR Balapulang Hadiri Tarkhim Bersama Korwil VI PC GP ANSOR Kab. Tegal

    PAC GP ANSOR Balapulang Hadiri Tarkhim Bersama Korwil VI PC GP ANSOR Kab. Tegal

    • calendar_month Minggu, 16 Apr 2023
    • account_circle Ansor Balapulang
    • visibility 400
    • 0Komentar

    PAGERBARANG, Ansor Balapulang – Bertempat di Masjid Baitul Muttaqin Desa SuroKidul Kecamatan Pagerbarang, Pimpinan Anak Cabang GP ANSOR Balapulang hadiri acara tarawih dan silaturakhim (TAKRHIM) bersama Korwil VI termasuk Kecamatan Pagerbarang dan Margasari (15/04/23). Tarawih dan silaturakhim tersebut merupakan salah satu program kerja tahunan Pimpinan Cabang GP ANSOR Kab. Tegal sebagai sarana komunikasi dan silaturahmi […]

  • Gowes Bareng Bupati, Ketua PC GP Ansor Kabupaten Tegal: Momentum Soliditas dan Semangat Baru Kader Ansor photo_camera 6

    Gowes Bareng Bupati, Ketua PC GP Ansor Kabupaten Tegal: Momentum Soliditas dan Semangat Baru Kader Ansor

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle Ansor Balapulang
    • visibility 884
    • 0Komentar

    Ansor Balapulang – Kegiatan “Ansor Banser Gowes Bareng Bupati” yang digelar oleh Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor Kabupaten Tegal pada Minggu (27/7/2025) menjadi momentum penting bagi PAC GP Ansor Balapulang. Selain mempererat solidaritas antarkader, kegiatan ini juga menjadi ajang membangun budaya hidup sehat dan memperkuat konsolidasi organisasi menjelang pelantikan kepengurusan baru. Rute gowes yang dimulai […]

  • Dalam Rangka 100 Hari Kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Tegal, Badan Kesbangpol Kabupaten Tegal Gelar Sosialisasi Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba Bersama Banom NU se Kabupaten Tegal.

    Dalam Rangka 100 Hari Kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Tegal, Badan Kesbangpol Kabupaten Tegal Gelar Sosialisasi Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba Bersama Banom NU se Kabupaten Tegal.

    • calendar_month Rabu, 28 Mei 2025
    • account_circle admin
    • visibility 558
    • 0Komentar

    Slawi, Ansor Balapulang – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Tegal menggelar acara Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di Hotel Grand Dian Slawi pada Rabu, 28 Mei 2025. Acara tersebut dihadiri Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman dan diikuti oleh Badan Otonom (Banom) Nahdlatul Ulama; Fatayat NU, Ansor, IPNU, dan IPPNU, […]

  • Bangsa yang Ramah atau Marah (?)

    Bangsa yang Ramah atau Marah (?)

    • calendar_month Selasa, 7 Mar 2023
    • account_circle Evant Andi
    • visibility 274
    • 0Komentar

    Ada apa dengan negeri ini sebenarnya? Kenapa dengan mudahnya kita menjumpai, di rumah, di jalanan, di gedung-gedung DPR, dan bahkan mirisnya ditempat-tempat ibadah, orang yang marah-marah. Bukan saja melalui tindakan, tetapi juga ujaran dan kata-kata yang seolah dipilih kasar dan menusuk. Pers atau bahkan media televisi pun tampaknya suka dengan berita dan tayangan-tayangan yang menampilkan […]

  • Berkibarnya Jolly Roger, Metafora Ketidakpuasan Publik

    Berkibarnya Jolly Roger, Metafora Ketidakpuasan Publik

    • calendar_month Minggu, 3 Agt 2025
    • account_circle Evant Andi
    • visibility 1.006
    • 0Komentar

    Terdapat sebuah pemandangan yang kontras muncul di permulaan bulan kemerdekaan Republik ini. Para supir truk yang biasanya mengibarkan bendera merah putih di tiang atau besi penyangga spion truknya setiap menyambut bulan Agustus, tahun ini memutuskan untuk tidak mengibarkannya. Mereka memprotes kebijakan penegakan aturan ODOL (Over Dimension Over Load) yang terasa timpang. Supir yang hanya menjalankan […]

expand_less