Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Menelisik Fenomena Santri Jualan Kalender di Jalanan dan Kiai Pengedar Proposal

Menelisik Fenomena Santri Jualan Kalender di Jalanan dan Kiai Pengedar Proposal

  • account_circle Ahmad Nahrowi
  • calendar_month 6 jam yang lalu
  • visibility 45
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sejak bulan Syawal, terhitung empat kali saya di datangi santri yang jualan Kalender, harganya 20 Ribu, bila dihitung jelas untungnya banyak HPP Kalender paling 3 Ribu, iya saya faham betul kualitas kertasnya, Kang Santri ini ngakunya dapat harga dari kiai segitu dan keuntungannya Untuk Pembangunan Pondok.

Yaps, dari fenomena Santri jualan kalender yang sejak saya kecil sudah ada ini, ada dua masalah yang perlu kita bahas, Pertama kurangnya kreatifitas Jiwa ekonomi pesantren dan Kiai yang ngebet Mbangun Gedung Pesantren.

Kepada Kang-kang yang ngaku jual Kalender itu saya terangkan bahwa kalender di era saat ini tidak menjanjikan, masyarakat sudah pada punya HP bahkan Smartwatch untuk mengecek agenda, Hanya sebagian orang tua yang memakai.

Jadi Masyarakat membeli tidak karena butuh apalagi tertarik dengan barangnya, bagaimana tertarik wong kertasnya saja tipis dan fotonya pondok dan kiai yang bahkan kita tidak kenal sama sekali. Artinya Masyarakat membeli karena iba, kasihan sama Kangnya yang jauh-jauh dari Demak.

Saya dulu juga santri ndalem Kang, tapi caranya menambah ekonomi tidak serta-merta tanpa strategi, saya dan teman-teman dulu jualan buku, jualan makanan, jualan sandangan, jualan jasa setidaknya yang ada nilai untuk masyarakat, kita rembukan secara sungguh kang maka strategi bisnis, tidak sekadar nyari untung dan mengandalkan barokah Iba warga”.

Ucap saya kepada Kang itu. Supaya santri itu juga bisa kritis dan jeli dengan iklim bisnis, bisa study banding ke pesantren lain dan supaya tidak terus-terusan dengan strategi lama yang ‘merepotkan’ warga itu.

Kiai Pengedar Proposal

Dulu, Pesantren merupakan tempat yang prestige, istimewa dan spesial, orang yang Masuk Pesantren berarti orang yang terdidik, open minded dan identik dengan pemuda futuristik. Pengasuhnya pun diluar gaya penampilan yang memang zuhud, apa adanya namun dikenal dengan yadu ulya (suka membantu warga) jauh dari kesan yadu sufla (minta bantuan warga). Bahkan malah sering bagi-bagi hasil panen ke Warga.

Berkembangnya waktu, stereotipe itu luntur antara karena ambisi pribadi atau memang sejo luhur seorang kiai yang ingin menambah ‘duwur’ bangunan Pondok.

Kiai semangat Membangun Pondok

memang baik, tapi yang tidak baik adalah ketika semangatnya itu dibarengi kesana kemari mendekat pejabat, melekat ke pengusaha dengan mengedarkan proposal dan seperti diatas ‘mengeksploitasi’ tenaga santri untuk jualan kalender, tentu ini menurunkan marwah pesantren.

Jelas juga bisa disandera politik, jika ingin turun dana sekian ratus juta, harus milih Calon A, misal. Dibarengi mengondisikan suara alumni dan santri. Heum.

Maksudnya, pimpinan pesantren (Kiai dIl) musti realistis kalau memang belum mampu dan tidak punya dana untuk membangun Pesantren ya jangan memaksa kesana kemari nyari sumbangan, jangan malah memposisikan diri sebagai yadu sufla secara serampangan. Lebih gagah kalau seadanya dulu sambil menyiapkan strategi bisnis jitu untuk mendapatkan dana besar diluar mengedar proposal,

Toh sekarang ada Dirjen Pesantren itu juga bisa menjadi solusi utama menurunkan dana apabila bisnis sudah buntu.

Walhasil, Jangan sampai himmah untuk meninggikan bangunan Pesantren malah dapat menurunkan marwah pesantren. Kita tahu Kalendernya laku karena rasa iba, proposalnya cair karena kedekatan kuasa, tetapi kemandirian ekonominya tak berubah apa-apa.

Jadi di moment hari santri ini, mari berhenti mencetak santri yang berani minta bantuan dan bekali santri dengan memiliki inovasi untuk membuka jalur ekonomi berkemajuan, supaya tak ada lagi santri jualan Kalender di Jalanan dan Kiai yang suka ngedar Proposal. Sekian Wallohu’alam

Rekomendasi Untuk Anda

  • MDS Rijalul Ansor Balapulang Kembali Digelar, Doa Bersama Kelancaran Muktamar NU Ke 35 photo_camera 4

    MDS Rijalul Ansor Balapulang Kembali Digelar, Doa Bersama Kelancaran Muktamar NU Ke 35

    • calendar_month Selasa, 8 Sep 2026
    • account_circle Ansor Balapulang
    • visibility 224
    • 0Komentar

    Balapulang, Ansor Balapulang Majelis Dzikir dan Sholawat (MDS) Rijalul Ansor PAC GP Ansor Kecamatan Balapulang kembali menggelar kegiatan rutin di gedung serba guna, Desa Pagerwangi, Kecamatan Balapulang, Kabupaten Tegal, Jumat (28/8/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Rois Syuriah Nahdlatul Ulama Ranting Pagerwangi, Jajaran Pimpinan Anak Cabang GP Ansor Balapulang, Pengurus MDS Rijalul Ansor PAC Ansor Balapulang, Banser, […]

  • Sejumlah 1.160 Mustahiq di Kecamatan Balapulang Terima Zakat Dari LAZIZNU Kab. Tegal

    Sejumlah 1.160 Mustahiq di Kecamatan Balapulang Terima Zakat Dari LAZIZNU Kab. Tegal

    • calendar_month Kamis, 13 Apr 2023
    • account_circle admin
    • visibility 376
    • 0Komentar

    BALAPULANG, Ansor Balapulang – Kamis 13 April 2023 bertempat di halaman gedung MWCNU Kecamatan Balapulang, sebanyak 1.160 warga fakir miskin dan yatim piatu menerima zakat dari PCNU Kabupaten Tegal melalui LAZIZNU. Penyaluran zakat tersebut merupakan salah satu program PCNU yang dilaksanakan setiap tahunnya kepada sejumlah warga yang termasuk kategori fakir miskin dan yatim piatu. Penerima […]

  • NU Bukan Alat Politik, Melainkan Rumah Khidmat Umat

    NU Bukan Alat Politik, Melainkan Rumah Khidmat Umat

    • calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
    • account_circle Mustofa Mi'roj
    • visibility 697
    • 0Komentar

    Ansor Balapulang Di tengah semakin kaburnya batas antara pengabdian dan kepentingan, Nahdlatul Ulama kembali diuji untuk setia pada jati dirinya. NU lahir bukan untuk menjadi kendaraan politik praktis, apalagi alat legitimasi kekuasaan. NU didirikan sebagai jam’iyah diniyah ijtima’iyah yang tugas utamanya adalah melayani umat. Ruh inilah yang harus ditegaskan kembali dalam Konferensi MWCNU Balapulang 2026. […]

  • Ansor Banser Kecamatan Balapulang Gelar Penggalangan Dana untuk Sumatera dan Aceh Play Button photo_camera 2

    Ansor Banser Kecamatan Balapulang Gelar Penggalangan Dana untuk Sumatera dan Aceh

    • calendar_month Minggu, 28 Des 2025
    • account_circle Ansor Balapulang
    • visibility 460
    • 0Komentar

    Balapulang – Satuan Kordinasi Rayon (Satkoryon) Banser Balapulang kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap sesama dengan menggelar aksi penggalangan dana untuk masyarakat Sumatera dan Aceh yang membutuhkan. Kegiatan ini dilaksanakan pada Ahad, 21 Desember 2025 bertempat di Pasar Balapulang dan berhasil menarik perhatian serta partisipasi masyarakat sekitar. Sebelum aksi di tingkat PAC ini, penggalangan dana juga telah dilakukan […]

  • Teladani Tokoh NU dan Rawat Semangat Khidmah, Ansor Kabupaten Tegal Adakan Ziarah On The Road Harlah Ansor ke-92 photo_camera 4

    Teladani Tokoh NU dan Rawat Semangat Khidmah, Ansor Kabupaten Tegal Adakan Ziarah On The Road Harlah Ansor ke-92

    • calendar_month Minggu, 10 Mei 2026
    • account_circle Ansor Balapulang
    • visibility 524
    • 0Komentar

    Ansor Balapulang – Salah satu rangkaian dalam rangka memperingati Hari Lahir ke-92 Gerakan Pemuda Ansor di Kabupaten Tegal, Pimpinan Cabang GP Ansor Kabupaten Tegal gelar “Ziarah On The Road” dengan mengunjungi sejumlah makam tokoh Ansor dan Pendiri Kabupaten Tegal pada Jumat (08/05/2026). Kegiatan tersebut sebagai ikhtiar merawat tradisi ahlussunnah wal jama’ah an-nahdliyah melalui ziarah dan […]

  • PAC GP Ansor Balapulang Audiensi dengan Camat Balapulang, Bangun Sinergi Kelembagaan

    PAC GP Ansor Balapulang Audiensi dengan Camat Balapulang, Bangun Sinergi Kelembagaan

    • calendar_month Kamis, 3 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 530
    • 0Komentar

    Balapulang, 2 Juli 2025 — Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Balapulang melakukan audiensi resmi dengan Camat Balapulang di Kantor Kecamatan. Kegiatan ini bertujuan membangun komunikasi strategis serta memperkuat sinergi antara GP Ansor dan pemerintah kecamatan dalam mendukung program kepemudaan dan sosial kemasyarakatan. Rombongan pengurus GP Ansor Balapulang yang dipimpin oleh Ketua PAC hadir […]

expand_less