Buka Muskerwil GP Ansor Jateng di Guci Tegal, PP GP Ansor Tekankan Merit Sistem dan Kemandirian Organisasi
- account_circle Evant Andi
- calendar_month 5 jam yang lalu
- visibility 19
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TEGAL — Ansor Balapulang
Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda (PP GP) Ansor menekankan pentingnya arah baru tata kelola organisasi yang berfokus pada modernisasi, profesionalisme, serta kepatuhan terhadap aturan internal. Penekanan tersebut disampaikan oleh Wakil Ketua Umum PP GP Ansor, Sahabat Dwie Winarno, saat memberikan arahan dalam pembukaan Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) II PW GP Ansor Jawa Tengah yang digelar di Hotel Sun Q Ta, Guci, Kabupaten Tegal, Sabtu (12/9/2026).
Di awal sambutannya, Dwie mengingatkan pesan apa yang telah disampaikan oleh Ketua Umum GP Ansor kepada peserta Muskerwil untuk menyudahi prahara pasca Muktamar dan kembali menyelesaikan tugas organisasi.
“Sudah selesai (muktamar) semua, sekarang waktunya kerjakan semua PR GP Ansor di masing-masing, karena tugas kita masih banyak.”
Dwie Winarno menegaskan bahwa GP Ansor harus mulai mentransformasi tata kelola keorganisasiannya melalui penerapan merit sistem. Ia mengungkapkan bahwa kejayaan dan kekuatan organisasi di masa depan tidak lagi sekadar diukur berdasarkan banyaknya jumlah massa, melainkan dari kompetensi, kapabilitas, serta profesionalisme yang dimiliki oleh para kader dalam memberikan kontribusi nyata.
“Kita (Ansor) ini tidak kekurangan orang pintar. Banyak di antara kita yang terjebak karena ekosistem organisasi yang tidak kompatibel. Sulit menghargai mereka yang misalnya mereka punya tradisi intelektual bagus.” lanjut Dwie.
Ia menambahkan, bahwa program yang akan disusun ke depan, diharapkan terlebih dahulu melalui riset secara ilmiah dan bukan berdasarkan pada perasaan sehingga program menjadi tepat sasaran.
“Untuk tahu apa yang dibutuhkan oleh warga NU dapat diketahui bukan berdasarkan pada pemerintah, feeling, tetapi berdasarkan riset, sehingga ke depan program tersebut menjadi top priority.“
Selain penguatan meritokrasi, disiplin serta kedisiplinan terhadap Peraturan Organisasi (PO) juga menjadi fokus utama yang disampaikan. Dwie Winarno mencontohkan bentuk konkret dari loyalitas terhadap aturan internal tersebut melalui kepatuhan atas larangan rangkap jabatan bagi pengurus GP Ansor dengan kepengurusan partai politik, guna menjaga independensi, integritas, dan fokus perjuangan organisasi.
“Suatu waktu, ketum pernah menyampaikan akan berlaga di 2029, saya sampaikan, kalau ingin masuk parpol, you harus mengundurkan diri dari ketua gp ansor, kita harus tunduk terhadap apa yang sudah kita buat, nah itu kita patuhi”
Menutup arahannya, ia mengimbau seluruh kader untuk tetap menjaga kemandirian organisasi dengan tidak terjebak dalam intrik maupun kepentingan politik praktis menjelang dinamika 2029. Seluruh elemen Ansor diharapkan dapat tetap solid dan berkonsentrasi penuh pada pelaksanaan agenda-agenda strategis internal organisasi demi mewujudkan kepemudaan yang akuntabel, mandiri, dan bermanfaat luas bagi masyarakat.
“Ini PR besar buat kita semua, di Ansor terutama, mewujudkan ide-ide besar yang kelak melakukan transformasi di NU mendatang.”
Melalui penekanan ini, GP Ansor berkomitmen untuk terus bertransformasi menjadi organisasi kepemudaan yang akuntabel, mandiri, dan adaptif dalam menghadapi tantangan zaman.





