PW GP Ansor Jawa Tengah Gelar Muskerwil Ke-2 di Tegal, Tegaskan Penguatan Meritokrasi dan Digitalisasi Kader
- account_circle Evant Andi
- calendar_month 15 jam yang lalu
- visibility 56
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TEGAL — Ansor Balapulang
Pimpinan Wilayah (PW) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jawa Tengah secara resmi membuka Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) Ke-2 yang berlangsung di Kabupaten Tegal, Sabtu (12/9/2026). Forum strategis tahunan ini menjadi ajang konsolidasi organisasi, evaluasi kinerja, serta penetapan arah kebijakan Ansor Jawa Tengah di tengah tantangan digital dan dinamika kebangsaan.
Acara pembukaan dihadiri oleh perwakilan Pimpinan Pusat (PP) GP Ansor Dwi Winarno, Ketua PWNU Jawa Tengah K.H. Abdul Ghaffar Rozin (Gus Rozin), Ketua PW GP Ansor Jawa Tengah Dr. H. M. Shidqon Prabowo, Bupati Tegal H. Ischak Maulana Rohman, serta jajaran Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor dari seluruh kabupaten/kota se-Jawa Tengah.
Dalam sambutannya, Ketua PW GP Ansor Jawa Tengah, Dr. H. M. Shidqon Prabowo, menyampaikan bahwa Muskerwil Ke-2 ini memegang peranan penting sebagai ruang refleksi pertengahan periode kepengurusan sekaligus perumusan langkah taktis organisasi ke depan.
“Muskerwil ini adalah forum penentuan arah kompas GP Ansor Jawa Tengah. Kita mengevaluasi sisa masa khidmat ini untuk memastikan program kerja dari tingkat pusat, wilayah, hingga cabang dapat berjalan secara presisi dan menjawab kebutuhan masyarakat,” tegas Shidqon.
Sementara itu, Ketua PWNU Jawa Tengah, Gus Rozin, menekankan posisi vital GP Ansor sebagai pintu masuk utama kaderisasi kepemimpinan di tubuh Nahdlatul Ulama. Beliau berpesan agar kader Ansor tidak hanya menjadi pengawal benteng tradisi, tetapi juga mampu membangun merit system dan bijak dalam merespons dinamika di ruang digital.
“Saat ini perang opini terjadi di media sosial. Kita harus menghentikan konflik internal di dunia maya dan mengembalikan kekuatan jemari kita untuk membangun narasi yang positif demi menjaga marwah NU. Ansor juga harus terus memperkuat komunikasi konstruktif dengan struktur NU di semua tingkatan,” ujar Gus Rozin.
Menyambung hal tersebut, Utusan PP GP Ansor, Dwi Winarno, mengingatkan pentingnya kepatuhan terhadap tata kelola organisasi serta keberanian Ansor untuk bertransformasi menuju profesionalisme berbasis kompetensi (meritokrasi).
“Ansor adalah organisasi yang taat pada regulasi. Setelah agenda-agenda besar organisasi selesai, fokus utama kita sekarang adalah bekerja nyata di daerah. Tantangan ke depan tidak lagi diukur dari banyaknya jumlah massa semata, tetapi dari kualitas kompetensi dan profesionalisme kader,” jelas Dwi Winarno sebelum secara resmi membuka Muskerwil Ke-2.
Rangkaian acara pembukaan diawali dengan penampilan seni tari tradisional khas daerah, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, serta menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, Subhanul Wathan, dan Mars Ansor. Pembukaan Muskerwil Ke-2 ini kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Sekretaris PCNU Tegal, H. Syaeful Bahri, serta dilanjutkan dengan sidang komisi program kerja yang dijadwalkan berlangsung hingga Minggu (13/9/2026).









