Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » KeNUan » Mengenal Gus Kikin, Nahkoda Baru PBNU 2026-2031

Mengenal Gus Kikin, Nahkoda Baru PBNU 2026-2031

  • account_circle Rosadi Jamani
  • calendar_month 3 jam yang lalu
  • visibility 38
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Akhirnya, klimak Muktamar NU tercapai. Seperti banyak diprediksi nahdliyin, Gus Kikin terpilih sebagai Ketua Umum PBNU. Sembilan kiyai sepuh dalam AHWA sepakat memilih cicit KH Hasyim Asy’ari ini. Simak narasinya sambil seruput Koptagul, wak!

Sebuah kapal raksasa bernama Nahdlatul Ulama sedang berlayar. Penumpangnya jutaan. Ombaknya bernama zaman. Kadang tenang, kadang menggulung seperti utang akhir bulan. Lalu siapa yang dipercaya memegang kemudi?

Bukan jenderal. Bukan politisi. Bukan menteri. Seorang mantan pelaut. Namanya KH Abdul Hakim Mahfudz alias Gus Kikin. Dalam klimaks Muktamar ke-35 NU di Jombang, Gus Kikin akhirnya terpilih sebagai Ketua Umum PBNU masa khidmah 2026–2031 dengan 472 suara.

Ini menarik. Sebab perjalanan Gus Kikin menuju kursi Ketum PBNU bukan cerita tentang seseorang sejak kecil bercita-cita menjadi penguasa organisasi. Ia justru pernah menjadi orang benar-benar hidup di atas kapal.

Lahir di Jombang pada 17 Agustus 1958, Gus Kikin merupakan putra KH Mahfudz Anwar dan Nyai Hj Abidah Ma’shum. Dari jalur ibunya, mengalir darah keluarga KH Hasyim Asy’ari, pendiri NU.

Cicit pendiri NU? Iya. Namun silsilah itu tidak membuatnya memilih duduk manis di kursi kehormatan. Ia malah berlayar. Berbulan-bulan berada di tengah samudra, membelah ombak, mencium asin laut, dan merasakan kerasnya kehidupan pelayaran. Ia kemudian dipercaya menjadi Kepala Cabang Cilegon dan Pimpinan Harian Cabang Medan PT Djakarta Lloyd.

Dari geladak kapal, ia kemudian pindah ke dunia bisnis. Gus Kikin menjadi pengusaha minyak dan gas bumi melalui PT Energi Mineral Langgeng yang mengelola South East Madura Block.

So, ini kiai yang CV-nya lumayan bikin orang garuk-garuk kepala. Santri iya. Pengusaha iya. Pelaut iya. Cicit muassis NU iya. Kalau dibuat kartu nama, mungkin perlu ukuran kalender.

Ia juga meraih gelar Sarjana Ilmu Komunikasi dari Universitas Terbuka (UT). Mantap ni alumni UT. Namun perjalanan Gus Kikin di NU justru terkenal tidak berisik.

Ia pernah menjadi Wakil Ketua PWNU Jawa Timur selama 14 tahun. Kemudian menjadi Penjabat Ketua PWNU Jawa Timur dan terpilih definitif melalui Konferwil XVIII.

Empat belas tahun itu bukan waktu sebentar. Dalam politik nasional, 14 tahun cukup untuk mendirikan partai, pindah partai, mendirikan partai baru, lalu kembali ke partai pertama.

Gus Kikin? Tetap bekerja. Tidak banyak gaduh. Tidak banyak koar-koar. Tahu-tahu sekarang sudah memegang kemudi NU. Kemenangan 472 suara membuat ceritanya semakin menarik. Suara itu menjadi faktor utama yang membuat AHWA memilihnya.

Visi Gus Kikin pun banyak berbicara tentang kembali kepada akar perjuangan NU. Ia ingin Qanun Asasi yang dirumuskan KH Hasyim Asy’ari kembali menjadi pedoman penting organisasi.

Pesannya sederhana. NU jangan sampai lupa rumahnya sendiri hanya karena terlalu sibuk bertamu ke rumah kekuasaan.

Ia juga membawa agenda ekonomi dan kewirausahaan. Warga NU tidak cukup hanya pintar mengaji, tetapi juga harus mampu membangun usaha. UMKM harus bergerak. Santri harus mampu menciptakan lapangan kerja.

Gus Kikin kini bukan lagi calon. Bukan lagi rival. Ia nahkoda. Fakta integritas yang ditandatanganinya di hadapan muktamirin menjadi semacam garis start baru. Dari laut ia belajar menghadapi badai. Dari pesantren ia belajar kesabaran. Dari bisnis ia belajar menghitung. Dari NU ia akan belajar, mengemudikan kapal raksasa jauh lebih sulit dari sekadar memenangkan perlombaan.

Selamat, Gus Kikin. Selamat menahkodai NU. Semoga kapal besar ini tidak karam gara-gara terlalu banyak orang berebut menjadi kapten. Sebab sekarang kaptennya sudah jelas. Tinggal kita lihat, apakah kapal ini akan berlayar tenang, atau ombak politik kembali bikin seluruh penumpang mabuk laut.

  • Penulis: Rosadi Jamani
  • Editor: AB

Rekomendasi Untuk Anda

  • Posko Banser Jadi Garda Terdepan Aksi Kemanusiaan di Jalur Mudik Kecamatan Balapulang photo_camera 3

    Posko Banser Jadi Garda Terdepan Aksi Kemanusiaan di Jalur Mudik Kecamatan Balapulang

    • calendar_month Minggu, 22 Mar 2026
    • account_circle Ansor Balapulang
    • visibility 452
    • 0Komentar

    Balapulang, Ansor Balapulang – Kehadiran Posko Mudik Banser 2026 tidak hanya berfungsi menjaga kelancaran lalu lintas, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam aksi kemanusiaan di sepanjang jalur mudik Kecamatan Balapulang. Hal ini ditegaskan oleh Kepala Satuan Koordinasi Rayon Banser Balapulang, Ali Imron, saat melakukan penjagaan posko di wilayah Balapulang, Kamis (19/3/2026) malam. Dalam tinjauannya, Imron […]

  • Pererat Silaturahmi, PAC GP Ansor Balapulang Gelar Rangkaian Giat Ramadan hingga Ziarah Tokoh Daerah Play Button photo_camera 4

    Pererat Silaturahmi, PAC GP Ansor Balapulang Gelar Rangkaian Giat Ramadan hingga Ziarah Tokoh Daerah

    • calendar_month Sabtu, 14 Mar 2026
    • account_circle Ansor Balapulang
    • visibility 496
    • 0Komentar

    BALAPULANG – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Balapulang menggelar rangkaian kegiatan religius dan sosial yang padat pada Kamis, 12 Maret 2026. Berpusat di Gedung MWCNU Balapulang, acara ini menjadi momentum penguatan organisasi sekaligus penghormatan terhadap sejarah lokal Kabupaten Tegal. Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh jajaran Pimpinan Ranting (PR) GP Ansor serta Kepala […]

  • PCNU Kabupaten Tegal Gelar Muskercab ke-2: Menuju Penguatan Kemandirian Organisasi dan Relevansi Zaman

    PCNU Kabupaten Tegal Gelar Muskercab ke-2: Menuju Penguatan Kemandirian Organisasi dan Relevansi Zaman

    • calendar_month Selasa, 22 Jul 2025
    • account_circle Akhi Subkhi
    • visibility 721
    • 0Komentar

    Slawi, 20 Juli 2025 — Bertempat di Gedung Lantai 3 PCNU Kabupaten Tegal, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Tegal sukses menyelenggarakan Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) ke-2. Muskercab 2 tersebut bertujuan merumuskan arah strategis dan kebijakan organisasi ke depan. Forum ini menjadi wadah evaluasi pelaksanaan program kerja sebelumnya dan perancangan langkah konkret untuk mendukung kemajuan […]

  • Gowes Bareng Bupati, Ketua PC GP Ansor Kabupaten Tegal: Momentum Soliditas dan Semangat Baru Kader Ansor photo_camera 6

    Gowes Bareng Bupati, Ketua PC GP Ansor Kabupaten Tegal: Momentum Soliditas dan Semangat Baru Kader Ansor

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle Ansor Balapulang
    • visibility 905
    • 0Komentar

    Ansor Balapulang – Kegiatan “Ansor Banser Gowes Bareng Bupati” yang digelar oleh Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor Kabupaten Tegal pada Minggu (27/7/2025) menjadi momentum penting bagi PAC GP Ansor Balapulang. Selain mempererat solidaritas antarkader, kegiatan ini juga menjadi ajang membangun budaya hidup sehat dan memperkuat konsolidasi organisasi menjelang pelantikan kepengurusan baru. Rute gowes yang dimulai […]

  • Jangan Salahkan Mbah Google

    Jangan Salahkan Mbah Google

    • calendar_month Jumat, 10 Mar 2023
    • account_circle Evant Andi
    • visibility 391
    • 3Komentar

    ANSORBALAPULANG.OR.ID – Google merupakan salah satu mesin pencari yang paling populer digunakan oleh masyarakat di antara mesin pencari lainnya. Bahkan karena kepiawaiannya menjawab berbagai macam pertanyaan sampai-sampai dijuluki ‘simbah’ oleh kalangan pemuda jaman sekarang. Bagi orang yang lebih dahulu mengenal internet, tentu sudah tidak asing dengan istilah search engine atau alat mesin pencari. Selain google, […]

  • Menjawab Tantangan Zaman: Ketahanan Pangan dalam Perspektif Pemuda Ansor

    Menjawab Tantangan Zaman: Ketahanan Pangan dalam Perspektif Pemuda Ansor

    • calendar_month Sabtu, 12 Jul 2025
    • account_circle Z. A. Fikri
    • visibility 457
    • 0Komentar

    Ketahanan pangan bukan lagi isu sektoral yang hanya menjadi tanggung jawab kementerian atau petani semata. Ia telah menjelma menjadi tantangan strategis bangsa, yang menentukan kualitas hidup, stabilitas sosial, hingga kedaulatan negara. Dalam konteks ini, kehadiran organisasi kepemudaan seperti Gerakan Pemuda Ansor tidak boleh bersifat pasif. Ketahanan pangan harus dipandang sebagai ladang jihad sosial yang menuntut […]

expand_less